Bursa Asia Berguguran di Pasar Spot
Digtara.com | JAKARTA – Di awal perdagangan Senin (5/8/2019) pagi ini Bursa Asia berguguran. Bahkan, penurunan bursa cenderung tebal. Pukul 8.45 WIB, indeks Nikkei 225 turun 1,62% ke 20.746.
Baca Juga:
Hari ini, Hang Seng merosot 2,17% ke 26.335. Kospi pun merosot 2,12% 1.956. Bahkan indeks Kosdaq anjlok 3,81% ke 592.
Sedangkan, indeks Straits Times melorot 1,34% ke 3.216. Bursa Malaysia pun tergerus 0,81% ke 1.613. Sedangkan indeks Shanghai turun 0,58% ke 2.851.
“Efek lanjutan pengumuman tarif Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump masih mendominasi pasar finansial dan ekonomi global dalam beberapa pekan hingg bulan mendatang,” kata Ray Attrill, head of forex strategy National Australia Bank.
Sementara, perang dagang antara AS dan China mengganggu rantai pasok global dan memperlambat pertumbuhan ekonomi. Eskalasi perang dagang yang tiba-tiba ini menandai minggu-minggu kritis pasar global setelah pemangkasan suku bunga acuan oleh Federal Reserve pekan lalu.
Hampir seluruh mata uang Asia melemah terhadap dolar AS. Hanya safe haven yen yang menguat 0,70% terhadap the greenback. Pelemahan terbesar mata uang Asia hari ini terjadi pada yuan offshore yang melemah 1,60%, diikuti won yang melemah 1,40% dan yuan 1,16%.
Dolar Taiwan dan peso menyusul dengan pelemahan masing-masing 0,89% dan 0,70%.
Sementara nilai tukar rupiah makin melemah ke Rp 14.240 per dolar AS pada pukul 8.52 WIB. Rupiah melemah 0,39% terhadap dolar AS.[reuters]
IHSG Ditutup Menguat ke 6.971 pada 4 Mei 2026, Saham BBNI, BREN, dan TLKM Jadi Penopang
IHSG Hari Ini Ditutup Menguat ke 7.101, Saham BREN dan AMMN Jadi Penopang Utama
IHSG Berpeluang Rebound Hari Ini 29 April 2026, Uji Level 7.270, Simak Rekomendasi Saham Pilihan Analis
IHSG Hari Ini 28 April 2026 Berpotensi Lanjut Koreksi ke 7.022, Ini Rekomendasi Saham ARCI hingga TINS
IHSG Hari Ini 27 April 2026 Diprediksi Uji Level 7.000, Tertekan Sentimen Global dan Harga Energi