The Fed akan Setir Pergerakan Rupiah
Digtara.com | JAKARTA – Kurs rupiah di pasar spot turun 0,06% ke Rp 14.028 per dollar Amerika Serikat (AS). Dan, Kurs rupiah bergerak stagnan dengan kecenderungan turun.
Baca Juga:
Di mana, kurs tengah rupiah Bank Indonesia juga turun 0,17% jadi Rp 14.034 per dollar AS.
Menurut Ekonom Bank Central Asia David Sumual menyebut, pelaku pasar saat ini memilih wait and see hasil rapat Federal Open Market Committee (FOMC). Alhasil, rupiah melemah.
Untungnya, Direktur Garuda Berjangka Ibrahim menambahkan, data foreign direct investment (FDI) Indonesia membuat rupiah tidak melemah dalam.
“Prospek FDI meyakinkan dan membuat prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia semakin stabil,” kata dia.
Analis memproyeksikan, rapat The Fed masih akan menyetir pergerakan rupiah pada hari ini.
Dia memperkirakan, rupiah hari ini bergerak antara Rp 13.996–Rp 14.035 per dollar AS. Sedang hitungan David, rupiah hari ini bergerak antara Rp 13.990–Rp 14.050 per dollar AS.[kontan]
IHSG Ditutup Menguat ke 6.971 pada 4 Mei 2026, Saham BBNI, BREN, dan TLKM Jadi Penopang
IHSG Hari Ini Ditutup Menguat ke 7.101, Saham BREN dan AMMN Jadi Penopang Utama
IHSG Berpeluang Rebound Hari Ini 29 April 2026, Uji Level 7.270, Simak Rekomendasi Saham Pilihan Analis
IHSG Hari Ini 28 April 2026 Berpotensi Lanjut Koreksi ke 7.022, Ini Rekomendasi Saham ARCI hingga TINS
IHSG Hari Ini 27 April 2026 Diprediksi Uji Level 7.000, Tertekan Sentimen Global dan Harga Energi