Senin, 26 Januari 2026

Pekerja Pertamina Ancam Stop Operasi Jika Pemerintah Alihkan Bisnis LNG ke PGN

- Senin, 29 Juli 2019 12:04 WIB
Pekerja Pertamina Ancam Stop Operasi Jika Pemerintah Alihkan Bisnis LNG ke PGN

digtara.com | MEDAN – Serikat Pekerja PT Pertamina mengancam akan melakukan stop operasi jika pemerintah tetap melaksanakan kebijakan pengalihan bisnis gas alam cair (LNG) dari Pertamina ke PT Perusahaan Gas Negara (PGN).

Baca Juga:

Tak tanggung-tanggung, stop operasi yang mereka ancamkan, akan dilakukan secara menyeluruh mulai dari kegiatan hulu hingga hilir. Meliputi pengapalan, pengolahan, pendistribusian hingga pemasaran.

Ketua Umum Serikat Pekerja PT Pertamina UPMS I, Sutrisno mengatakan, selama ini, bisnis LNG sangat menguntungkan dan seluruh keuntungan diberikan kepada negara melalui Pertamina. Sehingga jika binis LNG itu dialihkan, maka beralih pula keuntungan tersebut ke pihak lain.

Ironisnya pihak yang akan menikmati keuntungan itu adalah pihak swasta pemegang saham PT Perusahaan Gas Negara, yang sebahagian juga merupakan swasta asing.

“Atas hal itu, Serikat Pekerja Pertamina UMPS I ‎secara nasional melalui Federasi Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB)‎ akan melakukan aksi protes atas kebijakan tersebut. Kalau ini terus dilanjutkan, maka seluruh Serikat Pekerja dari Hulu seperti perkapalan, pengolahan dan pemasaran siap stop operasi untuk menyelamatkan bisnis LNG tersebut,” ujar Sutrisno.

Sutrisno mengungkapkan ke depannya tidak tahu apa lagi lini bisnis Pertamima yang akan dialihkan ke perusahaan lain. Seperti yang telah dilakukan pemerintah kepada anak perusahaan Pertamina, PT Pertagas.

“Kenapa tidak sinergi saja, antara Pertamina dengan PGN. Mengapa pengambilan saham, mengapa meski dialihkan. Kalau sinergi tidak masalah. Meski sama pihak asing, tapi jangan pengambilan keseluruhan. Jadi, ada bisnis yang hilang disini. Seharusnya, 100 persen kepemilikan Indonesia akan berkurang,” jelas Sutrisno.

Ia mengatakan pihak Serikat Pekerja Pertamina bukan ingin PGN menjadi besar tidak. Tapi, harus dibersihkan dulu saham publik di PGN menjadi saham 100 persen milik Indonesia. Biar keuntungan bisa dinikmati rakyat Indonesia. Bukan, pihak asing diluar tanah air ini.

“Kita menolak LNG dijual ke pihak asing, karena Gas Indonesia sangat banyak di Indonesia ini. Kita juga meminta maaf kepada masyarakat bila terjadi aksi penolakan kami dengan kebijakan ini, berujung dengan penghentian sementara operasional. Disini kami mau menyelamatkan aset negara,” tandasnya.

Untuk diketahui, Produksi LNG Indonesia saat ini sebesar 16 MT sekitar 7 % LNG Dunia dan cadangan gas nasional sebesar 135 TSCF. Indonesia menjadi eksportir LNG terbesar kelima setelah Qatar, Malaysia, Australia dan Nigeria.

[AS]

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Tabrak Dump Truk, Mahasiswa Undana Kupang Meninggal di Tempat

Tabrak Dump Truk, Mahasiswa Undana Kupang Meninggal di Tempat

Daftar Harga Emas Pegadaian Rabu 20 September 2023, Antam dan UBS

Daftar Harga Emas Pegadaian Rabu 20 September 2023, Antam dan UBS

Kasat Lantas Polres Sikka Dilaporkan ke Propam, Ini Kasusnya

Kasat Lantas Polres Sikka Dilaporkan ke Propam, Ini Kasusnya

Mengenaskan! Jadi Korban Tabrak Lari, Mahasiswi di Kupang Meninggal Dunia

Mengenaskan! Jadi Korban Tabrak Lari, Mahasiswi di Kupang Meninggal Dunia

Dua Pelaku Pencurian dengan Kekerasan Diamankan Polres Sumba Timur

Dua Pelaku Pencurian dengan Kekerasan Diamankan Polres Sumba Timur

Kejati NTT Tahan Lima Tersangka Kasus Korupsi Persemaian Modern di Labuan Bajo

Kejati NTT Tahan Lima Tersangka Kasus Korupsi Persemaian Modern di Labuan Bajo

Komentar
Berita Terbaru