Rupiah Diramalkan Menguat Terbatas
Digtara.com | JAKARTA – Awal pekan ini kurs rupiah perkasa. Kemarin, kurs spot rupiah menguat 0,63% jadi Rp 13.920 per dollar Amerika Serikat (AS). Setali tiga uang, kurs tengah rupiah di Bank Indonesia juga menanjak 0,82% ke Rp 13.970 per dollar AS.
Baca Juga:
Nilai tukar rupiah menguat di awal pekan ini berkat kombinasi sentimen eksternal dan internal. Direktur Garuda Berjangka Ibrahim mengatakan, dari internal, mata uang Garuda mendapat suntikan tenaga setelah Badan Pusat Statistik (BPS) merilis neraca dagang Indonesia periode Juni 2019 yang mengalami surplus US$ 200 juta.
Sentimen eksternal juga positif bagi kurs rupiah. Ekonom Bank Permata Josua Pardede menambahkan, dollar AS terus tertekan akibat peluang The Federal Reserve memangkas suku bunga di bulan ini semakin besar. “Ini yang menyebabkan hampir semua nilai tukar mata uang di Asia menguat di awal pekan ini,” kata dia.
Tetapi, Josua memperkirakan penguatan rupiah hari ini cenderung terbatas. Rupiah akan bergerak di kisaran Rp 13.900–Rp 14.000 per dollar AS. Sedangkan Ibrahim memperkirakan, mata uang Garuda akan bergerak di rentang Rp 13.870–Rp13.895 per dollar AS.[kontan]
IHSG Ditutup Menguat 1,96 Persen, Harga Minyak Turun Jadi Sentimen Positif Pasar
IHSG Ditutup Melemah ke 6.101, Saham Komoditas Jadi Penekan Utama
IHSG Ditutup Melemah 0,98 Persen, MNC Sekuritas Rekomendasikan Empat Saham untuk Dicermati
IHSG Diproyeksi Menguat pada Perdagangan Senin, Analis Rekomendasikan Sejumlah Saham
IHSG Diproyeksi Bergerak di Kisaran 6.100–6.250, MSCI Pertahankan Status Emerging Market Indonesia