Analis: Saham Ternak Tertopang Penyidikan KPPU
Digtara.com | JAKARTA – Pada perdagangan Selasa (2/7/2019) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menguat. IHSG naik 0,08% ke 6.384,89. Kenaikan indeks diikuti aksi beli bersih (net buy) asing dengan nilai Rp 912,86 miliar.
Baca Juga:
IHSG menguat tipis kemarin karena ditopang sektor industri dasar dan manufaktur yang menguat. Saham CPIN, INTP dan GGRM berkontribusi pada penguatan IHSG.
“Walau naik, penguatan sangat tipis sehingga rentan sekali terseret di zona merah,” ujar Analis Erdikha Sekuritas, Edo Ardiansyah. Apalagi, Senin (1/7) Bank Dunia memangkas pertumbuhan PDB Indonesia menjadi 5,1%.
Menurut Lanjar Nafi, Kepala Riset Reliance Sekuritas, emiten sektor peternakan menguat karena KPPU memperpanjang penyidikannya atas anjloknya harga ayam. Sementara dari global, pemerintahan AS memperluas daftar produk Eropa yang mungkin terkena tarif memberi ancaman bagi ketegangan perdagangan.
Ke depan, Lanjar mengatakan, pelaku pasar akan menanti data tingkat pengangguran AS dan kinerja sektor jasa. Dia menambahkan, secara teknikal IHSG berpeluang melemah ke kisaran 6.340–6.400. Sedangkan Edo memperkirakan IHSG berpeluang melemah di area 6.260–6.425.[kontan]
Rekomendasi Saham dan Pergerakan IHSG Hari Ini 3 Maret 2026, Uji Support 7.945
Rekomendasi Saham dan Pergerakan IHSG Hari Ini, Jumat 27 Februari 2026
Rekomendasi Saham dan Pergerakan IHSG Hari Ini 26 Februari 2026, BIPI dan BBRI Bersinar
Rekomendasi Saham dan Pergerakan IHSG Hari Ini 25 Februari 2026, Uji Support 8.170
Rekomendasi Saham dan Pergerakan IHSG Hari Ini 24 Februari 2026, Uji Area 8.400–8.500