Rabu, 04 Maret 2026

Semester II-2019, Emas Masih Berpotensi Menguat

- Selasa, 02 Juli 2019 03:27 WIB
Semester II-2019, Emas Masih Berpotensi Menguat

Digtara.com | JAKARTA – Semester pertama tahun ini harga emas sukses menguat tajam, prospek harga emas ke depan dinilai sangat bergantung pada perkembangan perang dagang antara Amerika Serikat dan China. Meski begitu, analis memproyeksi harga emas masih berpeluang untuk naik di semester II-2019.

Baca Juga:

Berdasarkan data Bloomberg per Jumat (28/6), harga emas untuk kontrak pengiriman Agustus 2019 di Commodity Exchange dalam enam bulan terakhir menguat 8,73% di harga US$ 1.413,70 per ons troi.

Kepala Koordinator Riset Rifan Financindo Berjangka Muhammad Barkah mengatakan, harga emas semakin menguat ketika sejumlah sentimen negatif global bergulir. Apalagi ketegangan di Timur Tengah semakin terasa, sehingga emas dipercaya sebagai aset safe haven.

Sementara itu, permintaan safe haven yang bullish, merosotnya Dollar AS, kondisi geopolitik yang mulai memanas, serta kebijakan moneter bank sentral yang longgar dan bullish secara teknikal menggerakkan harga logam mulia ini untuk terus naik.

“Namun, keuntungan kuat baru-baru ini telah membuat emas sekarang berada pada kondisi overbought dalam jangka pendek secara teknikal, yang berarti pasar sudah tiba waktunya mengalami koreksi penurunan yang sehat dan normal segera,” kata Barkah.

Barkah menilai sentimen di pasar logam mulia bergerak sangat bullish tak tertahan di pekan lalu, di mana harga emas terdorong naik ke level tertinggi selama enam tahun terakhir, namun pada saat mendekati penutupan perdagangan akhir pekan hari Jumat (28/6), sentimen penguatan semakin berkurang, dengan pasar mulai mempertanyakan akan ekspektasi mereka yang agresif untuk penurunan suku bunga acuan The Fed (Fed Fund Rate/FFR).

“Logam mulia mulai mengalami tekanan jual pada akhir minggu dan tidak berhasil untuk mendapatkan momentum konsisten setelah anggota The Fed mencoba menguasai ekspektasi adanya kebijakan moneter yang agresif secepatnya di bulan depan,” tambahnya.

Di sisi lain, ketegangan antara AS dengan Iran di daerah Teluk Persia terus bergolak. Pada hari Senin (24/6) Trump mengatakan akan ada sanksi baru yang besar yang dikenakan kepada Iran dan menyebut negara itu sebagai negara sponsor teroris nomor satu. Situasi ini akan mereda sejenak, namun memungkinkan untuk bertambah buruk sebelum akhirnya membaik.

Situasi ini memberikan sentimen bullish bagi safe-haven emas dan bagi minyak mentah dan kemungkinan tidak akan menurun dalam jangka waktu dekat. Di sisi lain, Trump mengatakan bakal menunda bea masuk baru untuk produk-produk dari China, setelah pihak China setuju untuk membeli beberapa produk agrikultur asal AS.

“Para investor memperkirakan hasil pertemuan Trump Jinping tersebut akan menimbulkan risk appetite yang bisa menekan harga safe haven emas,” ungkap Barkah.

Kemudian, untuk Semester II-2019 Barkah menilai prospek harga emas masih terbantu oleh optimisme bahwa ketegangan perdagangan antara AS an China akan mereda. Namun banyak ekonom memperkirakan sentimen tersebut tidak akan bertahan lama.

Penurunan eskalasi setelah pertemuan pekan lalu, akan menghasilkan risiko rally yang berkelanjutan dengan potensi pengumuman gencatan senjata perdagangan yang dipandang skeptis oleh para investor. Ketegangan perdagangan akan terus membebani pertumbuhan ekonomi dan akan memaksa The Fed untuk memangkas tingkat bunga acuannya.

“Walaupun The Fed tidak akan memangkas tingkat suku bunga sebanyak 50 basis poin di Juli, dan diperkirakan ada tiga kali pemangkasan suku bunga selama tiga kuartal mendatang, itu akan memberikan sentimen bullish bagi pergerakan logam mulia,” paparnya.

Sehingga, Barkah memperkirakan pergerakan harga emas pada semester II akan bergerak di level resistance antara US$ 1.477,40, US$ 1.544,70, US$ 1.717,65 per ons troi, sedangkan untuk support antara US$ 1.304,45, US$ 1.198,80, US$ 1.025,85 per ons troi.

Sementara itu, untuk level resistance harian Barkah memperkirakan bakal berada di kisaran US$ 1.421,30, US$ 1.432,50, US$ 1.451,55 dan support harian antara US$ 1.402,25, US$ 1.394,40, US$ 1.375,35.

Sementara itu, Analis Maxco Futures Suluh Adil Wicaksono menilai penguatan harga emas sudah terlalu tajam dalam enam bulan pertama tahun ini.

Menurut Suluh, beberapa faktor pendorong kenaikan harga emas tersebut, disebabkan pernyataan rencana Bank Sentral AS (The Fed) yang bakal memangkas suku bunga acuannya (FFR) dalam waktu dekat, hingga sentimen perang dagang antara AS dan China. Ditambah lagi, penguatan dollar AS di pertengahan semester I-209 menjadi momentum bagi pasar untuk membeli emas.

“Sedangkan saat ini justru momentum untuk menjual emas seiring kesepakatan antara Trump dan Presiden ChinaXi Jinping, usai pertemuannya di G20. Meskipun, masih terlalu dini untuk menilai bahwa harga emas di semester II akan mengalami penurunan karena hal tersebut,” kata Suluh Minggu (30/6).

Suluh menjelaskan, momentum kenaikan harga emas masih ada ketika kesepakatan Trump dan Xi Jinping tidak disertai langkah konkrit ke depannya. Misalnya, kepastian tidak akan ada penambahan pajak atas barang China kedepan, atau langkah The Fed berikutnya terkait pemangkasan suku bunga.

“Hal-hal tersebut masih akan menjadi pengaruh penting pergerakan harga emas di semester II-2019,” tuturnya.

Sehingga, untuk jangka pendek Analis Maxco Futures tersebut memperkirakan harga emas akan cenderung terkoreksi dalam waktu dekat, untuk kemudian melaju ke harga US$ 1.500 per ons troi di 2020.

“Kami menilai emas masih mungkin menuju level US$ 1.500 di akhir tahun hingga triwulan 2020. Tetapi bisa juga terkoreksi di bawah US$ 1.400 awal semester II-2019, karena menanti kepastian dari hasil pertemuan G20,” ujarnya.

Suluh meyakini koreksi harga emas hanya bersifat sementara, sebelum akhirnya bisa naik kembali. Adapun level psikologis support I emas saat ini bergeser di level US$ 1.350 per ons troi dan resistance I di US$ 1.450 per ons troi.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Daftar Harga Emas UBS dan GALERI24 di Gerai Pegadaian Hari Ini Selasa 3 Maret 2026

Daftar Harga Emas UBS dan GALERI24 di Gerai Pegadaian Hari Ini Selasa 3 Maret 2026

UBS dan GALERI25 Naik, Cek Harga Emas Lengkap di Pegadaian Hari Ini Senin 2 Maret 2026

UBS dan GALERI25 Naik, Cek Harga Emas Lengkap di Pegadaian Hari Ini Senin 2 Maret 2026

Cek Harga Emas UBS dan GALERI24 di Pegadaian Hari Ini Minggu 1 Maret 2026

Cek Harga Emas UBS dan GALERI24 di Pegadaian Hari Ini Minggu 1 Maret 2026

Cek Harga Emas di Pegadaian Hari Ini Sabtu 28 Februari 2026, UBS dan GALERI24

Cek Harga Emas di Pegadaian Hari Ini Sabtu 28 Februari 2026, UBS dan GALERI24

Cek Harga Emas di Pegadaian Hari Ini Jumat 27 Februari 2026, UBS dan GALERI24

Cek Harga Emas di Pegadaian Hari Ini Jumat 27 Februari 2026, UBS dan GALERI24

GALERI24 dan UBS Turun, Cek Harga Emas di Pegadaian Hari Ini Kamis 26 Februari 2026

GALERI24 dan UBS Turun, Cek Harga Emas di Pegadaian Hari Ini Kamis 26 Februari 2026

Komentar
Berita Terbaru