Analis: Rupiah Masih Bisa Menguat
Digtara.com | JAKARTA – Nilai tukar rupiah kemarin ditutup menguat 0,16% ke Rp 14.125 per dollar AS, terapresiasi untuk hari keenam. Kurs rupiah masih bertenaga terhadap dollar Amerika Serikat (AS).
Baca Juga:
Penguatan rupiah masih disetir sentimen eksternal. Salah satunya, indikasi pemotongan suku bunga AS, Fed Fund Rate (FFR) Juli mendatang yang menyeret dollar AS. Ada pula sentimen AS yang kembali memberi sanksi kepada Iran.
“Konflik itu memicu kecemasan pasar global terhadap dollar,” kata Analis Monex Investindo Futures, Andian, Selasa (25/6/2019).
Ekonom Bank Central Asia (BCA) David Sumual menambahkan, keperkasaan rupiah terhadap dollar AS akibat sentimen internal berupa data neraca perdagangan Indonesia Mei yang surplus US$ 210 juta. Sedangkan pasar masih menanti hasil pertemuan G20, termasuk pertemuan Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping.
Keduanya optimistis, rupiah kembali menguat hari ini, Rabu (26/6). David memproyeksikan, rupiah menguat tipis di kisaran Rp 14.090 hingga Rp 14.150 per dollar AS.
Sedangkan proyeksi Andian di rentang Rp 14.020 hingga Rp 14.350 per dollar AS.[kontan]
IHSG Ditutup Menguat ke 6.971 pada 4 Mei 2026, Saham BBNI, BREN, dan TLKM Jadi Penopang
IHSG Hari Ini Ditutup Menguat ke 7.101, Saham BREN dan AMMN Jadi Penopang Utama
IHSG Berpeluang Rebound Hari Ini 29 April 2026, Uji Level 7.270, Simak Rekomendasi Saham Pilihan Analis
IHSG Hari Ini 28 April 2026 Berpotensi Lanjut Koreksi ke 7.022, Ini Rekomendasi Saham ARCI hingga TINS
IHSG Hari Ini 27 April 2026 Diprediksi Uji Level 7.000, Tertekan Sentimen Global dan Harga Energi