Mata Uang Garuda di Pasar Spot Menguat Tipis
JAKARTA – Awal perdagangan pada Senin (24/6/2019) pagi ini nilai tukar rupiah melemah setelah menguat dalam empat hari perdagangan sebelumnya.
Baca Juga:
Berdasarkan data Jakarta interbank spot dollar rate (Jisdor) berada di Rp 14.165 per dollar Amerika Serikat (AS), menguat 0,35% ketimbang kurs rupiah akhir pekan lalu pada Rp 14.116 per dollar AS.
Rupiah onshore pagi ini justru menguat tipis ke Rp 14.143 per dollar AS. Rupiah menguat 0,10% ketimbang posisi Jumat lalu yang ada di Rp 14.158 per dollar AS.
Penguatan rupiah di pasar spot ini terjadi beriringan dengan sejumlah mata uang Asia seperti won, baht, ringgit, dollar Taiwan, dollar Singapura, dan peso. Sementara mata uang Asia seperti yuan, yen, dan dollar Hong Kong pagi ini masih melemah terhadap the greenback.
Dollar AS sebenarnya juga tertekan di hadapan mata uang utama dunia. Hal ini tercermin dari indeks dollar yang turun ke 96,09. Indeks dollar turun dalam empat hari perdagangan berturut-turut sejak Rabu pekan lalu.
Fokus pasar finansial saat ini terarah ke Jepang menjelang konferensi tingkat tinggi (KTT) G20 pada akhir pekan ini. Pasar menunggu apakah AS dan China bisa menyelesaikan perselisihan dagang sebelum semester I berakhir.[kontan]
Rekomendasi Saham dan Pergerakan IHSG Hari Ini 3 Maret 2026, Uji Support 7.945
Rekomendasi Saham dan Pergerakan IHSG Hari Ini, Jumat 27 Februari 2026
Rekomendasi Saham dan Pergerakan IHSG Hari Ini 26 Februari 2026, BIPI dan BBRI Bersinar
Rekomendasi Saham dan Pergerakan IHSG Hari Ini 25 Februari 2026, Uji Support 8.170
Rekomendasi Saham dan Pergerakan IHSG Hari Ini 24 Februari 2026, Uji Area 8.400–8.500