Nilai Tukar Rupiah Hari Ini Rabu 23 September 2026 Diprediksi Menguat Terbatas
digtara.com - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) hari ini, Rabu (23/9/2026), diperkirakan bergerak fluktuatif dengan peluang menguat terbatas di rentang Rp17.880 hingga Rp17.930 per dolar AS.
Baca Juga:
Pelemahan rupiah tersebut terjadi ketika pergerakan mata uang kawasan Asia cenderung bervariasi.
Rupiah dan Mata Uang Asia
Selain rupiah, sejumlah mata uang Asia turut melemah terhadap dolar AS. Yen Jepang turun 0,23 persen, baht Thailand melemah 0,10 persen, yuan China turun 0,09 persen, dan dolar Singapura melemah 0,05 persen.Sebaliknya, won Korea Selatan menguat 0,86 persen terhadap dolar AS. Penguatan juga terjadi pada peso Filipina sebesar 0,14 persen, dolar Taiwan 0,10 persen, dan dolar Hong Kong 0,03 persen.
Direktur PT Traze Andalan Futures Ibrahim Assuaibi mengatakan pelemahan rupiah dipengaruhi penguatan indeks dolar AS yang muncul di tengah ekspektasi pasar terhadap kebijakan moneter The Federal Reserve (The Fed) yang masih ketat.
Baca Juga:Pasar juga mengantisipasi kemungkinan kenaikan suku bunga lanjutan pada Oktober serta proyeksi setidaknya satu kali kenaikan lagi pada tahun ini.
Sentimen Global Tekan Rupiah
Dari sisi geopolitik, pasar mencermati sejumlah perkembangan global. Salah satunya adalah sinyal diplomasi AS-Iran menjelang Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).Pasar juga memperhatikan eskalasi serangan Houthi di Arab Saudi serta rencana pertemuan Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping yang akan membahas isu perdagangan.
Berbagai perkembangan tersebut berpotensi memengaruhi sentimen terhadap aset negara berkembang, termasuk rupiah.
Sentimen Domestik dan Intervensi BI
Dari dalam negeri, perhatian pasar tertuju pada perubahan jabatan Menteri Keuangan dari Purbaya Yudhi Sadewa kepada Suahasil Nazara, isu revisi UU Nomor 17 Tahun 2003 terkait pelebaran batas defisit anggaran, serta kenaikan harga minyak dunia.Langkah tersebut mencakup intervensi di pasar offshore melalui Non-Deliverable Forward (NDF), pasar domestik melalui transaksi spot dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF), serta pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder.
Upaya tersebut ditopang cadangan devisa Indonesia yang disebut mencapai US$146,5 miliar.
Proyeksi BI Rate September 2026
Sementara itu, Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia diproyeksikan mempertahankan BI Rate di level 5,75 persen.Meski demikian, sebagian ekonom masih melihat adanya peluang kenaikan suku bunga, terutama karena perhatian terhadap stabilitas rupiah dan arah kebijakan moneter Amerika Serikat.
Baca Juga:Berdasarkan BIG Consensus Insights yang dilaksanakan DataIndonesia, bagian dari platform riset Bisnis Indonesia Group (BIG), sebanyak 2 dari 14 ekonom yang disurvei memperkirakan terdapat ruang bagi BI Rate untuk kembali naik 25 basis poin menjadi 6 persen.
Sementara itu, sebanyak 85,71 persen atau 12 responden memperkirakan BI mempertahankan BI Rate pada level 5,75 persen.
Struktur ini mempertahankan seluruh data utama dari bahan sumber, sekaligus memisahkan sentimen global, faktor domestik, dan kebijakan BI agar lebih mudah dipindai pembaca.
Nilai Tukar Rupiah Hari Ini Selasa 22 September 2026 Diprediksi Fluktuatif
Nilai Tukar Rupiah Hari Ini Senin 21 September 2026 Diprediksi Menguat Terbatas
Rupiah Hari Ini Diprediksi Tertekan, Analis Proyeksi di Kisaran Rp17.700-Rp17.850 per Dolar AS
Rupiah Hari Ini Diprediksi Melemah ke Rp17.750 per Dolar AS, Ini Sentimennya
Rupiah Hari Ini Diprediksi Melemah ke Rp17.750 per Dolar AS, Ini Sentimennya