Rekomendasi Saham Hari Ini, Jumat 4 September 2026: IHSG Menguat, Target 7.000 Jadi Sorotan
digtara.com - Rekomendasi saham hari ini menjadi perhatian investor setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menguat signifikan pada perdagangan Kamis (3/9/2026).
Baca Juga:
Berdasarkan data IDX Mobile, sebanyak 415 saham menguat, 228 saham melemah, dan 320 saham lainnya stagnan.
Saham Big Caps yang Menguat
Sejumlah saham big caps menjadi penopang utama penguatan IHSG pada perdagangan Kamis.Saham PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) naik 1,50% ke level Rp6.775. Saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) juga menguat 0,59% menjadi Rp3.410.
Sementara itu, saham PT DCI Indonesia Tbk. (DCII) naik 0,47% ke Rp201.000 dan PT Bayan Resources Tbk. (BYAN) menguat 0,91% menjadi Rp13.825.
Baca Juga:Penguatan juga terjadi pada sejumlah saham besar lainnya. Saham PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) naik 0,30% ke Rp3.360, sedangkan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) melonjak 2,29% ke Rp4.460.
Saham PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) menguat 3,75% ke Rp4.430. Saham PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) naik 0,39% menjadi Rp2.600.
Kemudian, saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) menguat 1,72% ke Rp1.185. Penguatan terbesar di antara sejumlah saham big caps tersebut dicatatkan PT Astra International Tbk. (ASII), yang naik 4,34% ke Rp5.050.
Risiko Eksternal Masih Membayangi IHSG
Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas M. Nafan Aji Gusta mengatakan pergerakan IHSG masih dipengaruhi kombinasi sentimen domestik dan global.Dari dalam negeri, kondisi inflasi Agustus 2026 yang masih berada dalam sasaran serta surplus neraca perdagangan memberikan sentimen positif bagi pasar saham.
Kenaikan harga energi dapat kembali memicu kekhawatiran mengenai inflasi global. Kondisi tersebut berpotensi membuat ekspektasi suku bunga tinggi bertahan lebih lama.
"Kondisi tersebut dapat kembali memicu kekhawatiran inflasi global dan membuat ekspektasi suku bunga tinggi bertahan lebih lama," ujar Nafan dalam riset hariannya.
Investor juga akan mencermati data nonfarm payrolls Amerika Serikat yang dirilis pada Jumat (4/9/2026). Selain itu, data inflasi AS yang dijadwalkan keluar pekan depan juga menjadi perhatian.
Kedua data tersebut berpotensi memengaruhi ekspektasi pasar terhadap arah kebijakan The Federal Reserve sekaligus menentukan tingkat volatilitas IHSG dalam jangka pendek.
Baca Juga:
JP Morgan Pasang Target IHSG 7.000
Di tengah berbagai risiko tersebut, JP Morgan Sekuritas Indonesia masih melihat adanya peluang bagi IHSG untuk melanjutkan kenaikan hingga akhir 2026.JP Morgan memproyeksikan IHSG berada di level 7.000 pada Desember 2026. Target tersebut lebih rendah dibandingkan proyeksi sebelumnya yang berada di level 10.000 pada awal tahun.
Head of Indonesia Equity Research JP Morgan Indonesia Benny Kurniawan mengatakan pasar modal Indonesia masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama terkait suku bunga, harga minyak, serta potensi kenaikan harga pangan.
Meski demikian, JP Morgan menilai kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dapat membantu menjaga stabilitas perekonomian.
"Tim JP Morgan masih mengekspektasikan IHSG di Desember pada level 7.000," ujar Benny dalam Media Briefing JP Morgan di Jakarta, Kamis (3/9/2026).
Asing Sudah Banyak Melepas Saham
Benny mengatakan IHSG telah mengalami penurunan sekitar 23% sejak awal 2026. Pelemahan tersebut antara lain dipengaruhi oleh kenaikan harga minyak, tingginya suku bunga, serta peningkatan imbal hasil obligasi di pasar yang lebih maju.Kondisi tersebut membuat daya tarik pasar modal Indonesia di mata investor global ikut tertekan.
Selain itu, berita terkait MSCI pada Februari 2026 disebut turut memicu equity outflow sekitar US$4 miliar hingga US$5 miliar sepanjang tahun ini.
Namun, kondisi positioning investor yang sudah relatif rendah justru dapat menjadi peluang bagi pasar apabila sentimen mulai membaik.
Menurut Benny, investor asing telah banyak melakukan penjualan. Sementara itu, sejumlah reksa dana saham di Indonesia juga memiliki posisi kas yang cukup tinggi.
Baca Juga:Kondisi tersebut membuat masih tersedia ruang bagi investor untuk kembali masuk ke pasar apabila momentum positif berlanjut.
Rekomendasi Saham Hari Ini, Kamis 3 September 2026: IHSG Masih Berpeluang Menguat
Rekomendasi Saham dan Pergerakan IHSG Hari Ini Rabu 2 September 2026, Ada Peluang Menguat?
Rekomendasi Saham Hari Ini Selasa 1 September 2026, IHSG Berpeluang Menguat
Rekomendasi Saham Hari Ini 31 Agustus 2026: IHSG Berpeluang Naik, AMRT hingga INDF Jadi Pilihan
IHSG Sepekan Turun 0,12% ke 6.518,12, Kapitalisasi Pasar Susut Rp18 Triliun