Rabu, 24 Juni 2026

Data Ekonomi China Picu Harga Minyak Anjlok

Redaksi - Selasa, 18 Juni 2019 01:07 WIB
Data Ekonomi China Picu Harga Minyak Anjlok

Digtara.com | NEW YORK – Setelah angka-angka ekonomi China yang lebih buruk memicu kekhawatiran tentang permintaan minyak dunia lebih rendah. Di mana harga minyak dunia turun lebih dari 1% pada penutupan perdagangan Senin (Selasa pagi WIB).

Baca Juga:

Minyak mentah berjangka AS, West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Juli turun USD0,58 atau 1,10% menjadi menetap pada USD51,93 per barel di New York Mercantile Exchange.

Sementara itu, patokan global, minyak mentah Brent untuk pengiriman Agustus turun USD1,07 atau 1,73% menjadi ditutup pada USD60,94 per barel di London ICE Futures Exchange.

Harga minyak telah turun sekitar 20% dari tingkat tertinggi 2019 yang dicapai pada April, sebagian karena kekhawatiran tentang perang perdagangan Amerika Serikat dan China serta data ekonomi yang mengecewakan.

Pertumbuhan output industri China secara tak terduga melambat ke level terendah dalam lebih dari 17 tahun, data dari Biro Statistik Nasional menunjukkan pada Jumat (14/6/2019). Output industri China tumbuh 5,0% pada Mei dari setahun sebelumnya, gagal memenuhi ekspektasi analis untuk pertumbuhan 5,5% dan jauh di bawah 5,4% pada April.

Presiden AS Donald Trump dan Presiden Cina Xi Jinping dapat bertemu di KTT G20 di Jepang akhir bulan ini. Trump mengatakan dia akan bertemu dengan Xi di KTT, meskipun China belum mengkonfirmasi pertemuan itu.

“Semua agen-agen pelaporan utama melaporkan bahwa permintaan akan lebih lemah,” kata Phil Flynn, seorang analis di Price Futures Group di Chicago. “Itu telah menyebabkan kelesuan pasar. Hal-hal yang biasanya mendorong reli, tidak akan terjadi.”

Bank of America Merrill Lynch menurunkan perkiraan harga Brent menjadi USD63 per barel dari USD68 per barel untuk paruh kedua 2019, di tengah permintaan yang goyah.

Kekhawatiran tetap tentang meningkatnya ketegangan di Timur Tengah setelah serangan minggu lalu terhadap dua kapal tanker minyak di Teluk Oman. Amerika Serikat menyalahkan serangan tersebut terhadap Iran, tetapi Teheran membantah terlibat.

Menteri Energi Arab Saudi Khalid al-Falih mengatakan pada Senin (17/6/2019) bahwa negara-negara perlu bekerja sama untuk menjaga jalur pelayaran terbuka untuk minyak dan pasokan energi lainnya, guna memastikan pasokan yang stabil.[ant]

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
Berita Terkait
IHSG Ditutup Melemah 0,98 Persen, MNC Sekuritas Rekomendasikan Empat Saham untuk Dicermati

IHSG Ditutup Melemah 0,98 Persen, MNC Sekuritas Rekomendasikan Empat Saham untuk Dicermati

IHSG Diproyeksi Menguat pada Perdagangan Senin, Analis Rekomendasikan Sejumlah Saham

IHSG Diproyeksi Menguat pada Perdagangan Senin, Analis Rekomendasikan Sejumlah Saham

IHSG Diproyeksi Bergerak di Kisaran 6.100–6.250, MSCI Pertahankan Status Emerging Market Indonesia

IHSG Diproyeksi Bergerak di Kisaran 6.100–6.250, MSCI Pertahankan Status Emerging Market Indonesia

IHSG Berpotensi Volatil, Pasar Menanti Hasil Review MSCI

IHSG Berpotensi Volatil, Pasar Menanti Hasil Review MSCI

IHSG Berpeluang Lanjut Menguat, Investor Tetap Waspadai Aksi Profit Taking

IHSG Berpeluang Lanjut Menguat, Investor Tetap Waspadai Aksi Profit Taking

IHSG Berpotensi Lanjut Menguat, Analis Rekomendasikan HMSP, INDY, NCKL, dan UNVR

IHSG Berpotensi Lanjut Menguat, Analis Rekomendasikan HMSP, INDY, NCKL, dan UNVR

Komentar
Berita Terbaru