Senin, 06 April 2026

Nilai Tukar Rupiah Hari Ini 19 Februari 2026 Diproyeksi Melemah ke Rp16.920 per Dolar AS

Arie - Kamis, 19 Februari 2026 09:48 WIB
Nilai Tukar Rupiah Hari Ini 19 Februari 2026 Diproyeksi Melemah ke Rp16.920 per Dolar AS
net
Ilustrasi.

digtara.com - Nilai tukar rupiah hari ini Kamis 19 Februari 2026 diperkirakan bergerak fluktuatif dan cenderung melemah di kisaran Rp16.880 hingga Rp16.920 per dolar AS.

Baca Juga:

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah ditutup terkoreksi 0,29 persen ke level Rp16.885 per dolar AS pada Rabu (18/2/2026). Sementara itu, indeks dolar AS yang mengukur pergerakan greenback terhadap sejumlah mata uang utama menguat 0,15 persen ke level 97,29.

Pelemahan tidak hanya dialami rupiah. Sejumlah mata uang Asia juga tertekan, seperti yen Jepang yang turun 0,23 persen, dolar Singapura melemah 0,09 persen, dolar Taiwan terkoreksi 0,12 persen, dan yuan China turun 0,05 persen.

Sebaliknya, peso Filipina menguat 0,17 persen, rupee India naik 0,02 persen, ringgit Malaysia terapresiasi 0,23 persen, dan baht Thailand menguat 0,06 persen.

Baca Juga:
Sentimen Global Dorong Penguatan Dolar AS

Direktur Traze Andalan Futures Ibrahim Assuaibi menjelaskan penguatan dolar AS dipengaruhi perkembangan pembicaraan antara Iran dan Amerika Serikat terkait isu nuklir. Meski dikabarkan ada kemajuan, sebagian analis masih bersikap skeptis terhadap hasil perundingan tersebut.

Pasar energi turut mencermati perkembangan ini karena Iran merupakan produsen minyak utama yang berada di jalur strategis Selat Hormuz.

Di sisi lain, pelaku pasar juga menanti risalah rapat kebijakan Januari dari Federal Reserve. Dokumen tersebut dinilai dapat memberikan petunjuk arah kebijakan suku bunga dan potensi pelonggaran moneter ke depan.

Investor juga menunggu rilis data indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi AS atau PCE yang menjadi indikator inflasi acuan The Fed. Data tersebut diperkirakan memengaruhi ekspektasi suku bunga global.

Defisit APBN Jadi Perhatian Pasar

Baca Juga:
Dari dalam negeri, isu defisit APBN turut menjadi sorotan. Ibrahim menilai pengelolaan fiskal yang kurang cermat berpotensi meningkatkan ketergantungan pada pembiayaan utang dan menunda reformasi struktural.

Meskipun defisit masih berada di bawah ambang batas 3 persen, ruang fiskal dinilai semakin terbatas. Kondisi ini bukan sekadar persoalan rasio, melainkan juga mencerminkan kemampuan APBN dalam meredam guncangan eksternal.

Jika penerimaan negara belum optimal dan keseimbangan primer masih defisit, maka tekanan eksternal seperti kenaikan imbal hasil obligasi, pelemahan rupiah, serta arus modal keluar berpotensi langsung membebani kas negara melalui kenaikan biaya bunga dan kebutuhan pembiayaan baru.

Dengan kombinasi sentimen global dan domestik tersebut, pergerakan rupiah terhadap dolar AS hari ini diperkirakan masih volatil dengan kecenderungan melemah terbatas.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Prediksi Pergerakan Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Hari Ini, 2 April 2026 Diproyeksi Melemah

Prediksi Pergerakan Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Hari Ini, 2 April 2026 Diproyeksi Melemah

Nilai Tukar Rupiah Hari Ini 31 Maret 2026 Melemah, Berpotensi Tembus Rp17.100 per Dolar AS

Nilai Tukar Rupiah Hari Ini 31 Maret 2026 Melemah, Berpotensi Tembus Rp17.100 per Dolar AS

Nilai Tukar Rupiah Hari Ini 30 Maret 2026 Diproyeksi Melemah, Bisa Tembus Rp17.100 per Dolar AS

Nilai Tukar Rupiah Hari Ini 30 Maret 2026 Diproyeksi Melemah, Bisa Tembus Rp17.100 per Dolar AS

Kurs Rupiah Hari Ini 27 Maret 2026 Bergerak Fluktuatif, Berpotensi Melemah ke Rp16.940

Kurs Rupiah Hari Ini 27 Maret 2026 Bergerak Fluktuatif, Berpotensi Melemah ke Rp16.940

Kurs Rupiah Hari Ini 26 Maret 2026 Berpotensi Melemah ke Rp16.950, Tertekan Sentimen Global

Kurs Rupiah Hari Ini 26 Maret 2026 Berpotensi Melemah ke Rp16.950, Tertekan Sentimen Global

Kurs Dollar Hari Ini 19 Maret 2026 Tembus Rp17.046, Rupiah Tertekan atau Sekadar Guncangan Pasar?

Kurs Dollar Hari Ini 19 Maret 2026 Tembus Rp17.046, Rupiah Tertekan atau Sekadar Guncangan Pasar?

Komentar
Berita Terbaru