Nilai Tukar Rupiah Hari Ini 18 November 2025 Berpotensi Melemah ke Rp16.770 per Dolar AS
digtara.com -Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS diperkirakan bergerak fluktuatif namun berisiko ditutup melemah di kisaran Rp16.730–Rp16.770 per dolar AS pada perdagangan Selasa (18/11/2025).
Baca Juga:
Berdasarkan data Bloomberg, rupiah ditutup menguat 0,17% ke level Rp16.736 per dolar AS pada Senin (17/11/2025). Pada saat yang sama, indeks dolar AS juga menguat 0,25% menuju 99,31.
Pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi, menyebut investor semakin yakin bahwa Federal Reserve tidak akan melonggarkan kebijakan moneter dalam waktu dekat. Sejumlah pejabat The Fed menegaskan bahwa inflasi masih tinggi dan pasar tenaga kerja belum menunjukkan pelemahan signifikan.
Sentimen pemangkasan suku bunga makin tertekan akibat tertundanya rilis data ekonomi penting karena penutupan pemerintah AS. Hal ini membuat investor kehilangan indikator makro utama selama berminggu-minggu, termasuk data non-farm payroll September yang baru akan dirilis pada Kamis.
Baca Juga:
Dari dalam negeri, Bank Indonesia (BI) memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 sebesar 5,33%, sedikit lebih rendah dari target pemerintah yang berada di angka 5,4%. Proyeksi ini mempertimbangkan kebijakan moneter BI untuk mendukung akselerasi ekonomi nasional.
Meski demikian, BI optimistis percepatan realisasi belanja fiskal dapat mendorong pencapaian target pertumbuhan 2026 sesuai APBN, yaitu 5,4%.
Untuk inflasi, BI memperkirakan angka 2026 berada di 2,62%, masih dalam rentang sasaran inflasi BI yaitu 2,5% ±1%, meski sedikit di atas asumsi dasar APBN 2026 yang sebesar 2,5%.
Dengan mempertimbangkan seluruh sentimen global dan domestik tersebut, Ibrahim memproyeksikan rupiah hari ini akan bergerak fluktuatif namun berisiko melemah di rentang Rp16.730–Rp16.770 per dolar AS.
Baca Juga:
Rupiah Diproyeksi Melemah ke Rp17.890 per Dolar AS, Dipengaruhi Sentimen Global dan Domestik
Rupiah Masih Tertekan Meski BI Kembali Naikkan Suku Bunga, Bergerak di Kisaran Rp17.790–Rp17.840 per Dolar AS
Rupiah Diproyeksi Melemah, Pasar Menanti Hasil RDG BI dan Arah Kebijakan The Fed
Rupiah Berpotensi Menguat pada Perdagangan 17 Juni 2026, Sentimen Perdamaian AS-Iran Jadi Pendorong
Rupiah Berpotensi Bergerak Fluktuatif, Diperkirakan di Kisaran Rp17.800–Rp17.950 per Dolar AS
Harga Minyak Dunia Melonjak Setelah Iran Umumkan Penutupan Selat Hormuz
Warga TTS Terduga Pelaku Percobaan Pembunuhan di Malaka Diamankan Tim Resmob Polda NTT
5 HP Layar Lengkung dan NFC Termurah 2026, Harga Mulai Rp2 Jutaan
4 Rekomendasi Powerbank 10.000 mAh untuk Antisipasi Pemadaman Listrik, Harga Mulai Rp79 Ribuan
Kompak 100 Persen Jemaah Kloter YIA 15 Kebumen Bayar Dam di Tanah Air, Peternak dan Warga Ikut Merasakan Manfaat
Anggota Berprestasi di Polres Ende Dapat Penghargaan
Polresta Kupang Kota Sumbang Puluhan Kantong Darah Dalam Kegiatan Donor Darah
Anak Panti Asuhan, Lansia Dan Warga Kurang Mampu di Kota Kupang Dapat Sentuhan Kasih dari Polsek Kota Raja