Rabu, 24 Juni 2026

Prediksi Pergerakan Nilai Tukar Rupiah Akhir Pekan, Jumat 17 Oktober 2025

Arie - Jumat, 17 Oktober 2025 08:30 WIB
Prediksi Pergerakan Nilai Tukar Rupiah Akhir Pekan, Jumat 17 Oktober 2025
net
Ilustrasi.

digtara.com - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) diperkirakan bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah pada perdagangan Jumat (17/10/2025). Rupiah diproyeksikan berada di kisaran Rp16.580–Rp16.620 per dolar AS.

Baca Juga:

Mengutip data Bloomberg, rupiah pada perdagangan kemarin ditutup melemah 0,03% atau turun 5 poin ke level Rp16.581 per dolar AS.
Sementara itu, indeks dolar AS juga tercatat melemah 0,16% ke posisi 98,63.

Di kawasan Asia, beberapa mata uang juga melemah terhadap dolar AS, seperti yen Jepang (-0,11%), dolar Taiwan (-0,24%), dan peso Filipina (-0,15%). Sebaliknya, won Korea Selatan (+0,31%), rupee India (+0,24%), dan dolar Hong Kong (+0,04%) justru menguat.

Sentimen Global dan Domestik Tekan Rupiah

Pengamat mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi memperkirakan rupiah masih akan cenderung melemah pada perdagangan hari ini.
Menurutnya, sentimen global yang menekan rupiah datang dari ekspektasi pasar terhadap penurunan suku bunga acuan The Federal Reserve (The Fed) sebesar 25 basis poin (bps) pada Oktober, disusul pemangkasan lanjutan pada Desember mendatang.

Baca Juga:
"Beige Book The Fed menunjukkan aktivitas ekonomi AS relatif stagnan dalam beberapa pekan terakhir. Permintaan melemah dan tekanan biaya masih tinggi," ujar Ibrahim, Kamis (16/10/2025).

Ketegangan perdagangan AS–China dan ancaman shutdown pemerintahan AS yang telah memasuki pekan ketiga juga memperburuk ketidakpastian global.
Kondisi ini menunda rilis sejumlah data ekonomi penting dan membuat arah ekonomi AS semakin kabur.

Utang Luar Negeri Turun, Tapi Pertumbuhan Melambat

Dari dalam negeri, pelaku pasar menyoroti data utang luar negeri (ULN) Indonesia.
Bank Indonesia (BI) melaporkan posisi ULN pada Agustus 2025 sebesar US$431,9 miliar, turun dibandingkan Juli 2025 yang mencapai US$432,5 miliar.

Secara tahunan, ULN Indonesia tumbuh 2% year on year (YoY), melambat dibandingkan 4,2% YoY pada bulan sebelumnya.

Ibrahim menilai, meski penurunan ULN dapat memberikan ruang stabilisasi eksternal, tekanan eksternal dari dolar AS yang masih kuat dan minimnya sentimen positif domestik akan membuat rupiah sulit berbalik menguat dalam jangka pendek.

Baca Juga:

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Rupiah Diproyeksi Melemah ke Rp17.890 per Dolar AS, Dipengaruhi Sentimen Global dan Domestik

Rupiah Diproyeksi Melemah ke Rp17.890 per Dolar AS, Dipengaruhi Sentimen Global dan Domestik

Rupiah Masih Tertekan Meski BI Kembali Naikkan Suku Bunga, Bergerak di Kisaran Rp17.790–Rp17.840 per Dolar AS

Rupiah Masih Tertekan Meski BI Kembali Naikkan Suku Bunga, Bergerak di Kisaran Rp17.790–Rp17.840 per Dolar AS

Rupiah Diproyeksi Melemah, Pasar Menanti Hasil RDG BI dan Arah Kebijakan The Fed

Rupiah Diproyeksi Melemah, Pasar Menanti Hasil RDG BI dan Arah Kebijakan The Fed

Rupiah Berpotensi Menguat pada Perdagangan 17 Juni 2026, Sentimen Perdamaian AS-Iran Jadi Pendorong

Rupiah Berpotensi Menguat pada Perdagangan 17 Juni 2026, Sentimen Perdamaian AS-Iran Jadi Pendorong

Rupiah Berpotensi Bergerak Fluktuatif, Diperkirakan di Kisaran Rp17.800–Rp17.950 per Dolar AS

Rupiah Berpotensi Bergerak Fluktuatif, Diperkirakan di Kisaran Rp17.800–Rp17.950 per Dolar AS

Harga Minyak Dunia Melonjak Setelah Iran Umumkan Penutupan Selat Hormuz

Harga Minyak Dunia Melonjak Setelah Iran Umumkan Penutupan Selat Hormuz

Komentar
Berita Terbaru