Rupiah Diprediksi Melemah, Ditutup di Rp16.600–Rp16.650 per Dolar AS Hari Ini
Baca Juga:
Berdasarkan data Bloomberg, rupiah mengakhiri perdagangan awal pekan, Senin (22/9), dengan melemah 0,06% ke level Rp16.612,50 per dolar AS. Pada saat yang sama, indeks dolar AS stagnan di level 97,64.
Sejumlah mata uang Asia juga melemah, seperti yen Jepang (-0,11%), dolar Singapura (-0,02%), dolar Taiwan (-0,13%), rupee India (-0,12%), dan ringgit Malaysia (-0,03%). Sebaliknya, baht Thailand (+0,14%), won Korea Selatan (+0,28%), peso Filipina (+0,13%), yuan China (+0,02%), dan dolar Hong Kong (+0,06%) tercatat menguat.
Pengamat forex Ibrahim Assuaibi menjelaskan, pelemahan rupiah dipengaruhi faktor eksternal seperti ketegangan geopolitik, termasuk konflik Rusia–Ukraina dan agenda Sidang Umum PBB terkait pengakuan Palestina.
Selain itu, pasar menanti langkah The Fed yang diprediksi memangkas suku bunga 25 basis poin pada Oktober 2025.
Dari dalam negeri, Ibrahim menilai pernyataan-pernyataan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang dinilai terlalu politis turut memicu ketidakpastian di pasar.
"Ini yang sangat disayangkan oleh pasar sehingga rupiah kembali mengalami pelemahan," kata Ibrahim, Senin (22/9).
Dengan kombinasi faktor eksternal dan domestik tersebut, Ibrahim memperkirakan rupiah hari ini akan tetap cenderung melemah dan ditutup di rentang Rp16.600–Rp16.650 per dolar AS.
Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Hari Ini Jumat 27 Februari 2026, Diproyeksi Melemah ke Rp16.780
Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Hari Ini, Kamis 26 Februari 2026
Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Hari Ini 25 Februari 2026 Diproyeksi Melemah, Tertekan Sentimen Global dan APBN
Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Hari Ini 24 Februari 2026, Bergerak di Rentang Rp16.750–Rp16.900
Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Hari Ini Senin 23 Februari 2026 Diprediksi Melemah, Ini Sentimennya