Awal Perdagangan, Bursa Asia Kompak Turun
Digtara.com | JAKARTA – Awal perdagangan hampir seluruh indeks saham Asia turun pada pagi ini. Kamis (13/6) pukul 8.30 WIB, indeks Nikkei 225 turun 0,33% ke 21.059. Indeks Hang Seng turun 0,66% ke 27.130.
Baca Juga:
- Dituding Pungli Ijazah, Kepsek SDN 054886 Simpang Yon Linud 100 Langkat Beri Klarifikasi: Pemberitaan Tidak Benar
- Kelompok 3 PKA LAN RI Aceh Dalami Inovasi Pelayanan, Siap Bawa Praktik Baik untuk Daerah
- Rais Syuriah PWNU Jawa Tengah Dukung Penuh Langkah PBNU dalam Merespon Pemberitaan Trans7 yang Dinilai Mencoreng Martabat Pesantren
Taiex tergelincir 0,11% ke 10.603 dan Kospi turun 0,79% ke 2.092. Indeks Straits Times turun 0,13% ke 3.203 dan FTSE Malaysia turun 0,35% ke 1.644.
Pada perdagangan semalam, sektor energi menjadi pemberat Wall Street akibat penurunan harga minyak. Stok minyak Amerika Serikat (AS) yang melonjak menjadi penyebab utama anjloknya harga minyak hingga 4%.
Hirokazu Kabeya, chief global strategist Daiwa Securities mengatakan, harga minyak yang sangat rendah di tengah harga saham yang kuat masih menjadi misteri.
“Yang jelas, harga minyak yang lebih rendah akan menekan inflasi dan mendorong ekspektasi pemangkasan suku bunga,” kata Kabeya kepada Reuters.
Meski bursa Asia kompak melemah, sebagian besar mata uang Asia justru menguat terhadap dollar AS. Baht dan yen memimpin sejumlah mata uang Asia menghadapi dollar AS. Sementara won dan ringgit menjadi dua mata uang dengan persentase pelemahan terbesar pada pagi ini.
Dituding Pungli Ijazah, Kepsek SDN 054886 Simpang Yon Linud 100 Langkat Beri Klarifikasi: Pemberitaan Tidak Benar
Kelompok 3 PKA LAN RI Aceh Dalami Inovasi Pelayanan, Siap Bawa Praktik Baik untuk Daerah
Rais Syuriah PWNU Jawa Tengah Dukung Penuh Langkah PBNU dalam Merespon Pemberitaan Trans7 yang Dinilai Mencoreng Martabat Pesantren
Ribut Pasca Mabuk Miras, Sejumlah Pemuda di Kupang Diamankan Polisi
Tersangka Pembuang Bayi di Kupang Dilimpahkan ke Kejaksaan