Mata Uang Garuda Cenderung Bergerak Mendatar
Digatar.com | JAKARTA – Kenaikan mata uang Garuda mulai melambat. Kemarin, kurs spot rupiah naik tipis 0,08% jadi Rp 14.239 per dollar Amerika Serikat (AS). Namun, kurs tengah rupiah Bank Indonesia malah melemah 0,19% ke 14.258 per dollar AS.
Baca Juga:
Menurut Direktur Utama Garuda Berjangka Ibrahim, kurs spot rupiah masih naik karena sentimen peluang The Federal Reserve memangkas suku bunga acuan dalam rapat Federal Open Market Committee (FOMC) pada 19 Juni nanti.
Data ekonomi AS yang dirilis pekan lalu juga kurang oke. Kondisi ini meningkatkan keyakinan bank sentral Negeri Paman Sam ini bakal memotong suku bunga.
Ekonom Bank Central Asia (BCA) David Sumual memprediksi, pergerakan rupiah hari ini akan cenderung sideways. “Karena kebutuhan dollar AS juga mulai naik untuk kebutuhan ekspor impor,” jelas dia. Selain itu, mata uang Garuda juga masih tertekan sentimen perang dagang antara Amerika Serikat dan China.
David memprediksi, rupiah akan bergerak antara Rp 14.200–Rp 14.270 per dollar AS. Sedang hitungan Ibrahim, rupiah bergerak dalam rentang Rp 14.205–Rp 14.275 per dollar AS di hari ini.
Nilai Tukar Rupiah Hari Ini Selasa 22 September 2026 Diprediksi Fluktuatif
Nilai Tukar Rupiah Hari Ini Senin 21 September 2026 Diprediksi Menguat Terbatas
Rupiah Hari Ini Diprediksi Tertekan, Analis Proyeksi di Kisaran Rp17.700-Rp17.850 per Dolar AS
IHSG Hari Ini Berpeluang Menguat ke 6.581, Saham ADMR hingga BMRI Jadi Radar Analis
Rupiah Hari Ini Diprediksi Melemah ke Rp17.750 per Dolar AS, Ini Sentimennya