Pagi Ini, Rupiah Makin Tersungkur Sentuh Rp14.500
Digtara.com | JAKARTA – Nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan hari ini semakin melemah pasca kericuhan demo di kantor Bawaslu dini hari tadi. Pagi ini Rupiah nyaris tembus level Rp14.500-an per USD.
Baca Juga:
Dilansir dari Bloomberg Dollar Index, Rabu (22/5/2019) pukul 09.51 WIB, Rupiah pada perdagangan spot exchange melemah 15 poin atau 0,10% ke level Rp14.495 per USD. Rupiah hari ini bergerak di kisaran Rp14.488 per USD – Rp14.495 per USD.
YahooFinance juga mencatat mata uang Garuda itu melemah 15 poin atau 0,10% ke level Rp14.490 per USD. Dalam pantauan YahooFinance, Rupiah bergerak di kisaran Rp14.461 per USD – Rp14.490 per USD pada hari ini.
Bank Indonesia (BI) pun bereaksi terhadap pelemahan tersebut. Bank Indonesia hari ini terus berada di pasar untuk menjaga stabilitas rupiah, baik di pasar spot maupun DNDF (domestic non delivery forward). Di bagian lain, BI juga menyampaikan penjelasan mengenai penyebab melemahnya rupiah.
Seperti diketahui, Komisi Pemilihan Umum (KPU) dinihari tadi mengumumkan hasil rekapitulasi Pemilu 2019. Sebagian menilai, pergerakan rupiah hari ini merupakan gambaran kekhawatiran pasar terkait penerimaan hasil pengumuman rekapitulasi tersebut.
“Meskipun pengalaman pemilu sebelumnya selalu berakhir dengan baik, tetapi tetap ada kekhawatiran di pasar,” ujar Kepala Riset Monex Investindo Futures Ariston Tjendra.
Namun, tidak demikian menurut BI. pergerakan rupiah hari ini dinilai dikarenakan dampak dari sejumlah faktor eksternal. Salah satunya keputusan pemerintah Amerika Serikat (AS) yang membatasi kerja sama bisnis dengan Huawei.
IHSG Ditutup Melemah 0,98 Persen, MNC Sekuritas Rekomendasikan Empat Saham untuk Dicermati
IHSG Diproyeksi Menguat pada Perdagangan Senin, Analis Rekomendasikan Sejumlah Saham
IHSG Diproyeksi Bergerak di Kisaran 6.100–6.250, MSCI Pertahankan Status Emerging Market Indonesia
IHSG Berpotensi Volatil, Pasar Menanti Hasil Review MSCI
IHSG Berpeluang Lanjut Menguat, Investor Tetap Waspadai Aksi Profit Taking