Rupiah Terseret Arus Pelemahan Mata Uang Asia
Digtara.com | JAKARTA – Nilai tukar rupiah kembali melemah. Senin (13/5), Jakarta interbank spot dollar rate (Jisdor) di website Bank Indonesia (BI) menunjukkan pelemahan 0,10% ke Rp 14.362 per dollar Amerika Serikat (AS).
Baca Juga:
Di pasar spot pada pukul 10.35 WIB, rupiah melemah 0,29% ke Rp 14.368 per dollar AS dari penutupan akhir pekan lalu pada Rp 14.327 per dollar AS.
Pelemahan kurs rupiah di pasar spot ini terjadi seiring dengan pelemahan hampir seluruh mata uang Asia. Hanya safe haven yen yang masih menguat terhadap the greenback.
Pelemahan terbesar tampak pada mata uang yuan disusul won, baht, rupee, rupiah, dollar Singapura, dollar Taiwan, peso, ringgit, dan dollar Hong Kong.
Pelemahan kurs Asia ini terjadi di tengah kebuntuan negosiasi dagang antara AS dan China. “Konflik dagang AS dan China makin intensif dan yen menguat di tengah pelemahan yuan dan dollar Australia,” kata Masafumi Yamamoto, chief forex strategist Mizuho Securities kepada Reuters.
Yamamoto mengatakan, reaksi secara keseluruhan pada mata uang ini terbatas. “Tapi ada faktor yang bisa mendukung settlement kedua negara, seperti kemungkinan kedua presiden bertemu pada KTT G20,” kata dia.
Meski mata uang Asia melemah terhadap dollar AS, the greenback justru melemah terhadap mata uang utama dunia. Hal ini tampak pada indeks dollar yang melemah tipis ke 97,31 dari sebelumnya 97,33. Indeks dollar melemah dalam empat hari perdagangan berturut-turut hingga hari ini.
IHSG Hari Ini 16 Maret 2026 Berpotensi Koreksi, Simak Rekomendasi Saham ADMR, PTRO, TAPG
IHSG Diproyeksi Melemah 12 Maret 2026, Analis Rekomendasikan Saham BMRI, UNVR hingga BSDE
IHSG Hari Ini 11 Maret 2026 Menguat ke 7.440, Ini Rekomendasi Saham LSIP, BBCA hingga ASII
IHSG Hari Ini 10 Maret 2026 Berpotensi Koreksi, Ini Rekomendasi Saham ADRO, BBRI, BKSL, dan ENRG
Rekomendasi Saham Hari Ini 6 Maret 2026: IHSG Berpotensi Koreksi, Cermati ARCI, INCO, hingga NICL