Sabtu, 31 Januari 2026

Pasca Pemilu 2019, Rupiah Unjuk Gigi

Redaksi - Sabtu, 20 April 2019 01:20 WIB
Pasca Pemilu 2019, Rupiah Unjuk Gigi

digtara.com | JAKARTA – Rupiah menunjukkan keperkasaan pasca gelaran pemilihan umum. Pada pekan depan, penguatan rupiah diprediksi masih akan berlanjut meski akan ada sejumlah ujian yang bakal dihadapi rupiah.

Baca Juga:

Pekan ini sentimen eksternal paling terasa adalah notulensi The Fed dalam rapat Federal Open Market Committee (FOCM) yang bernada dovish. Selain itu, rilis data ekspor China bulan Maret dilaporkan tumbuh 14,2% yeay on year (yoy).

Pasangan GBP/AUD memiliki tren menguat dalam jangka pendek dan jangka panjang
Berdasarkan data Bloomberg pada Kamis (18/4) rupiah ditutup di level Rp 14.045 per dollar Amerika Serikat (AS), menguat 0,28% dibanding Selasa (16/4). Dalam sepekan, rupiah menguat 0,53% bila dibandingkan dengan penutupan akhir pekan lalu di level Rp 14.120 per dollar AS.

Di kurs tengah Bank Indonesia (BI) dalam sepekan mata uang Garuda menguat 0,95% di level Rp 14.016 pada Kamis (18/4).

Analis Pasar Uang Bank Mandiri Reny Eka Putri mengatakan pencapaian rupiah hari ini karena disokong meredanya gejolak pemilihan presiden (pilpres) Indonesia yang telah berlangsung. Dengan hasil quick count yang langsung diumumkan membuat kekhawatiran pasar mereda dan memberikan kepastian ekonomi.

“Pilpres berjalan kondusif membuat pasar saham dan obligasi positif jadi rupiah terangkat,” kata Reny.

Ia menambahkan rilis data neraca perdagangan Maret yang positif dan inflasi masih terkendali.

Namun dollar AS terpantau menguat hari ini yang biasanya malah membuat rupiah. Kata Reny dollar AS menguat bukan karena stimulus ekonomi negeri Paman Sam, melainkan melemahnya save-haven euro dan poundsterling sehingga dollar AS diunggulkan ketimbang dua rivalnya itu.

Pekan depan belum ada tanda-tanda liris penting AS. Di samping itu Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI akan berlangsung yang sepertinya tidak akan mengubah suku bunga acuan, karena The Fed pun masih dovish.

“Tidak ada alasan BI menaikkan suku bunga, selama The Fed masih main aman,” tutur Reny.

Untuk itu, Reny meramal pekan depan mata uang Garuda masih bisa melanjutkan eksistensi penguatan di rentang Rp 13.874-Rp 14.177 per dollar AS.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Rupiah Dibuka Melemah ke Rp16.792 per Dolar AS Hari Ini (27/1)

Rupiah Dibuka Melemah ke Rp16.792 per Dolar AS Hari Ini (27/1)

Nilai Tukar Rupiah Hari Ini Senin 26 Januari 2026, Bergerak di Rp16.820–Rp16.850 per Dolar AS

Nilai Tukar Rupiah Hari Ini Senin 26 Januari 2026, Bergerak di Rp16.820–Rp16.850 per Dolar AS

Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Hari Ini Jumat 23 Januari 2026, Berisiko Melemah

Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Hari Ini Jumat 23 Januari 2026, Berisiko Melemah

Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Hari Ini 20 Januari 2026, Tertekan Isu Fiskal dan Sentimen Global

Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Hari Ini 20 Januari 2026, Tertekan Isu Fiskal dan Sentimen Global

Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Hari Ini, Senin 19 Januari 2026

Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Hari Ini, Senin 19 Januari 2026

Nilai Tukar Rupiah Hari Ini Kamis 15 Januari 2026, Berisiko Melemah ke Rp16.890 per Dolar AS

Nilai Tukar Rupiah Hari Ini Kamis 15 Januari 2026, Berisiko Melemah ke Rp16.890 per Dolar AS

Komentar
Berita Terbaru