Mata Uang Asia Melemah ‘Kerek’ Rupiah Menguat
digtara.com | JAKARTA – Rupiah berjaya di kawasan Asia. Kamis (18/4) pukul 10.09 WIB, kurs rupiah spot menguat 0,39% ke level Rp 14.030 per dollar Amerika Serikat (AS). Rupiah spot mencatat penguatan di tengah pelemahan mata uang kawasan Asia.
Baca Juga:
Selain rupiah, penguatan mata uang Asia hanya terlihat pada mata uang peso dan yen. Sementara Jakarta interbank spot dollar rate (Jisdor) menguat 0,35% ke Rp 14.016 per dollar AS dari posisi Selasa lalu Rp 14.066 per dollar AS.
Penguatan rupiah ini pun terjadi di tengah penguatan indeks dollar. Indeks dollar yang mencerminkan nilai tukar dollar AS terhadap mata uang utama dunia ini naik tipis ke 97,03 dari posisi kemarin 97,01.
Ekonom Samuel Sekuritas Indonesia Ahmad Mikail memperkirakan, indeks dollar AS masih berpotensi melemah. Pelemahan dollar AS dipicu oleh data pertumbuhan ekonomi China yang ada di atas ekspektasi sebesar 6,4% (yoy) atau lebih tinggi dibandingkan konsensus pasar sebesar 6,3% (yoy).
“Hal tersebut mendorong investor untuk lebih berani berinvestasi di pasar keuangan di negara-negara berkembang,” ungkap Mikail.
Sementara itu, kemenangan pasangan Jokowi—Ma’ruf Amin dari hasil hitung cepat pemilu 2019 juga berpotensi mendorong penguatan rupiah lebih lanjut.
Dengan demikian, Mikail memproyeksikan, rupiah akan terus menguat di hari ini.
Kurs Rupiah Hari Ini 16 Maret 2026 Diprediksi Melemah ke Rp17.020 per Dolar AS
Kurs Dollar Hari Ini 14 Maret 2026: Rupiah Tertekan, USD Mendekati Rp17.000
Nilai Tukar Rupiah Hari Ini 11 Maret 2026 Menguat, Bergerak di Kisaran Rp16.800–Rp16.950 per Dolar AS
Kurs Dollar Hari Ini 10 Maret 2026: Rupiah di Rp16.900, Akankah Tembus Rp17.000?
Nilai Tukar Rupiah Hari Ini 9 Maret 2026 Diprediksi Melemah ke Rp17.010 per Dolar AS