Tanah Galian Longsor, Dua Pelajar SD Di Sumba Barat Daya Meninggal Tertimbun Longsoran
digtara.com - Tanah galian di Kebun Tilu Mareda, Desa Djela Manu, Kecamatan Wewewa Utara, Kabupaten Sumba Barat Daya mengalami longsor.
Baca Juga:
Sementara satu orang pria dewasa mengalami luka tertimpa tanah longsor.
Korban meninggal yakni Arjuna Saputra Gono Ate (12) dan Sardianto Rato Pote (7).
Baca Juga:Keduanya merupakan warga Kampung Nuu Dana dan Tilu Mareda, Desa Djela Manu, Kecamatan Wewewa Utara, Kabupaten Sumba Barat Daya.
Sementara Anderias Bili (56) mengalami luka serius pada kepala.
Warga Kampung Tilu Mareda, Desa Djela Manu, Kecamatan Wewewa Utara, Kabupaten Sumba Barat Daya ini masih dirawat di rumah sakit.
Material tanah putih tersebut akan dipakai untuk keperluan pembangunan gereja.
Begitu tiba di lokasi, korban Anderias mulai menggali tanah. Sedangkan dua orang korban bermain di lubang bekas galian tanah.
Baca Juga:Anderias sempat menegur kedua bocah tersebut untuk tidak bermain di lubang bekas galian.
Sesaat kemudian, secara tiba-tiba tanah di bagian atas runtuh dan menimpa para korban.
Anderias Bili sempat menarik anaknya Juandri Saputra Inangele (9) yang saat itu ikut dengannya sehingga berhasil keluar dari lokasi longsor dan menyelamatkan diri.
Melihat kejadian tersebut Anderias Bili mencoba menggali tanah untuk menyelamatkan kedua korban yang tertimbun.
Namun terjadi lagi longsor susulan, sehingga Anderias Bili juga terkena runtuhan batu yang mengenai bagian kepalanya.
Baca Juga:Selanjutnya Anderias Bili menjauh dari lokasi kejadian dan kembali ke rumah untuk memberitahukan kepada warga sekitar agar segera melakukan upaya penyelamatan terhadap kedua korban yang masih tertimbun tanah.
Korban luka Anderias Bili dirawat di Puskesmas Palla Kecamatan Wewewa Utara karena mengalami luka cukup serius di kepala bagian kiri atas.
Upaya pencarian dan penyelamatan dilakukan warga dan kerabat guna menemukan kedua korban Arjuna Saputra Gono Ate dan Sardianto Rato Pote hingga Senin petang.
Proses pencarian kedua korban melibatkan anggota Polsek Wewewa Timur, anggota Kodim 1629/Sumba Barat Daya, Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Kabupaten Sumba Barat Daya, aparat Desa Djela Manu dan warga masyarakat sekitar.
Bantuan exavator baru tiba di lokasi kejadian pada Senin petang untuk membantu menggali tanah sertu yang longsor guna pencarian dua korban anak.
Baca Juga:Pada pukul 17.40 Wita, kedua korban anak yang tertimbun tanah sertu longsor ditemukan dalam keadaan meninggal dunia.
Keluarga korban menolak dilakukan otopsi dan iklas menerima kematian korban
Jenazah korban pun langsung dievakuasi ke rumah duka untuk disemayamkan.
BNNP NTT Ungkap Sindikat Peredaran Narkotika Gelap Dari Dalam Lapas Medan Hingga Ke NTT
Dua Pelaku Pembunuhan di Sumba Tengah Diringkus dalam Waktu Singkat
Pacaran Sambil Bawa Parang, Sepasang Remaja di Sumba Barat Daya Diamankan Polisi di Bawah Jembatan
Dibantu Istri Yang Kerja di SPBU, Guru di Sumba Barat Daya Timbun BBM di Rumah Tanpa Izin Resmi
Sejumlah Perwira Dimutasi, Kasubbid Penmas Bid Humas Polda NTT Jadi Wakapolres Sumba Barat Daya