Selasa, 17 Maret 2026

Sektor Layanan Kesehatan Tahan Laju Wall Street

Redaksi - Kamis, 18 April 2019 01:39 WIB
Sektor Layanan Kesehatan Tahan Laju Wall Street

digtara.com | JAKARTA – Wall Street turun tipis pada akhir perdagangan Rabu (17/4). Kemarin, Dow Jones Industrial Average turun 0,01% ke 26.449,54. Indeks S&P 500 melemah 0,23% ke 2.900,45. Nasdaq Composite turun 0,05% ke 7.996,08.

Baca Juga:

Jual bersih investor asing Rp 1,06 triliun sepekan terakhir, simak rekomendasi analis
Penurunan ketiga indeks utama bursa Amerika Serikat ini disebabkan oleh penurunan sektor kesehatan yang membayangi rilis kinerja emiten dan perbaikan data ekonomi AS dan China. Indeks sektor kesehatan turun 2,9% akibat kekhawatiran peraturan.

“Perusahaan-perusahaan farmasi dan kesehatan khawatir pada Medicare for all,” kata Jim Bell, president and chief investment officer Bell Investment Advisors kepada Reuters.

Medicare for all merupakan program yang diusulkan Partai Demokrat. Ada kekhawatiran atas perubahan sistem layanan kesehatan, yang termasuk menciptakan sistem yang dijalankan pemerintah untuk menyediakan asuransi kesehatan bagi warga AS.

Bell mengatakan bahwa investor menghindari sektor layanan kesehatan yang tengah berada dalam kontroversi. Apalagi ada sejumlah pilihan di tengah rilis kinerja keuangan kuartal pertama yang cenderung positif.

Harga saham Morgan Stanley menguat 2,6% setelah melaporkan kenaikan laba akibat pemangkasan biaya dan pertumbuhan segmen bisnis wealth management. Harga saham PepsiCo naik 3,8% setelah mencatat penjualan yang kuat di Amerika utara.

Analis memperkirakan secara total, emiten penghuni S&P 500 akan mencatat penurunan laba 1,8% secara tahunan pada kuartal pertama. Hingga saat ini, baru 54 perusahaan yang melaporkan kinerja dengan 79,6% mencatat laba lebih tinggi daripada konsensus.

Data ekonomi makro pun menunjukkan sisi positif. Defisit perdagangan AS turun ke level terendah dalam delapan bulan pada Februari lalu. Impor dari China turun 20,2% pada bulan Februari.

Di sisi lain, China mencatat pertumbuhan ekonomi 6,4% pada kuartal pertama. Angka ini lebih tinggi daripada prediksi di 6,3%.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
Berita Terkait
IHSG Hari Ini 16 Maret 2026 Berpotensi Koreksi, Simak Rekomendasi Saham ADMR, PTRO, TAPG

IHSG Hari Ini 16 Maret 2026 Berpotensi Koreksi, Simak Rekomendasi Saham ADMR, PTRO, TAPG

IHSG Diproyeksi Melemah 12 Maret 2026, Analis Rekomendasikan Saham BMRI, UNVR hingga BSDE

IHSG Diproyeksi Melemah 12 Maret 2026, Analis Rekomendasikan Saham BMRI, UNVR hingga BSDE

IHSG Hari Ini 11 Maret 2026 Menguat ke 7.440, Ini Rekomendasi Saham LSIP, BBCA hingga ASII

IHSG Hari Ini 11 Maret 2026 Menguat ke 7.440, Ini Rekomendasi Saham LSIP, BBCA hingga ASII

IHSG Hari Ini 10 Maret 2026 Berpotensi Koreksi, Ini Rekomendasi Saham ADRO, BBRI, BKSL, dan ENRG

IHSG Hari Ini 10 Maret 2026 Berpotensi Koreksi, Ini Rekomendasi Saham ADRO, BBRI, BKSL, dan ENRG

Rekomendasi Saham Hari Ini 6 Maret 2026: IHSG Berpotensi Koreksi, Cermati ARCI, INCO, hingga NICL

Rekomendasi Saham Hari Ini 6 Maret 2026: IHSG Berpotensi Koreksi, Cermati ARCI, INCO, hingga NICL

Pergerakan IHSG Hari Ini Rabu 4 Maret 2026

Pergerakan IHSG Hari Ini Rabu 4 Maret 2026

Komentar
Berita Terbaru