Rabu, 06 Mei 2026

Rupiah Diramalkan akan Bergerak Terbatas

Redaksi - Kamis, 04 April 2019 01:22 WIB
Rupiah Diramalkan akan Bergerak Terbatas

digtara.com | JAKARTA – Pada Selasa (2/4/2019), kurs rupiah di pasar spot menguat tipis 0,04% menjadi Rp 14.223 per dollar AS. Semakin positifnya perundingan dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China membuat rupiah bergerak stabil.

Baca Juga:

Tetapi, kurs tengah rupiah versi Bank Indonesia melemah 0,04% ke Rp 14.237 per dollar AS. Kondisi ini menandakan masih ada tekanan ke rupiah.

Ekonom Samuel Aset Manajemen Lana Soelistianingsih mengatakan, perkembangan yang positif dari negosiasi dagang antara AS dan China berperan besar terhadap penguatan mata uang Garuda. Seperti diketahui, pemerintah China telah memperpanjang penangguhan tarif bea masuk 25% untuk kendaraan roda empat yang diimpor dari Negeri Paman Sam.

Tak hanya rupiah, mayoritas mata uang emerging market lainnya juga diuntungkan oleh sentimen tersebut. Berkurangnya kekhawatiran pelaku pasar soal perang dagang membuat pelaku pasar mulai berani melepas dollar AS sebagai aset safe haven, ujar Lana, Selasa (2/4).

Namun, penguatan rupiah cenderung terbatas karena yield obligasi AS kembali menguat setelah data indeks manufaktur AS periode Maret ada di level 55,. Karena itu, Direktur Utama Garuda Berjangka Ibrahim melihat, ada peluang rupiah melemah pada perdagangan hari ini.

Selain itu, perlambatan ekonomi Eropa masih menghadang pergerakan rupiah. Apalagi, parlemen Inggris kembali menolak Brexit. Hasil ini kembali memukul nilai tukar poundsterling dan dapat menyeret turun nilai tukar mata uang Garuda.

Tak heran jika akhirnya Ibrahim memprediksi rupiah hari ini bergerak dalam rentang Rp 14.190–Rp 14.260 per dollar AS. Sedangkan Lana memperkirakan mata uang Garuda akan bergerak di kisaran Rp 14.200–Rp 14.240 per dollar AS.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
Berita Terkait
IHSG Ditutup Menguat ke 7.057 pada 5 Mei 2026, Saham TPIA, UNVR, dan BBRI Jadi Penggerak

IHSG Ditutup Menguat ke 7.057 pada 5 Mei 2026, Saham TPIA, UNVR, dan BBRI Jadi Penggerak

IHSG Ditutup Menguat ke 6.971 pada 4 Mei 2026, Saham BBNI, BREN, dan TLKM Jadi Penopang

IHSG Ditutup Menguat ke 6.971 pada 4 Mei 2026, Saham BBNI, BREN, dan TLKM Jadi Penopang

IHSG Hari Ini Ditutup Menguat ke 7.101, Saham BREN dan AMMN Jadi Penopang Utama

IHSG Hari Ini Ditutup Menguat ke 7.101, Saham BREN dan AMMN Jadi Penopang Utama

IHSG Berpeluang Rebound Hari Ini 29 April 2026, Uji Level 7.270, Simak Rekomendasi Saham Pilihan Analis

IHSG Berpeluang Rebound Hari Ini 29 April 2026, Uji Level 7.270, Simak Rekomendasi Saham Pilihan Analis

IHSG Hari Ini 28 April 2026 Berpotensi Lanjut Koreksi ke 7.022, Ini Rekomendasi Saham ARCI hingga TINS

IHSG Hari Ini 28 April 2026 Berpotensi Lanjut Koreksi ke 7.022, Ini Rekomendasi Saham ARCI hingga TINS

IHSG Hari Ini 27 April 2026 Diprediksi Uji Level 7.000, Tertekan Sentimen Global dan Harga Energi

IHSG Hari Ini 27 April 2026 Diprediksi Uji Level 7.000, Tertekan Sentimen Global dan Harga Energi

Komentar
Berita Terbaru