Jumat, 30 Januari 2026

Seluruh Indeks Saham Memerah, Ada Apa?

Redaksi - Senin, 25 Maret 2019 11:38 WIB
Seluruh Indeks Saham Memerah, Ada Apa?

digtara.com | MEDAN – Pergerakan IHSG diawal pekan ini cukup mengejutkan investor saham dimana IHSG dibuka melemah di level 6.473. IHSG sepanjang perdagangan hari ini bergerak di zona merah mengikuti pergerakan saham dibursa global. Demikian dikatakan Pengamat Ekonomi Sumut, Gumawan Benyamin kepada digtara.com hari ini.

Baca Juga:

“IHSG tak dapat menahan tekanan seluruh indeks saham di bursa Global meskipun beberapa saham pemberat IHSG mencatatkan kenaikan yang cukup tinggi hari ini. IHSG ditutup turun 114 poin atau turun 1,74% dilevel 6.411. IHSG diperdagangkan di antara level 6.391-6.474,” katanya.

Dia menjelaskan pelemahan seluruh indeks saham di bursa Global disinyalir oleh penurunan atas hasil purchasing Manager Indeks (PMI) yang merilis hasil survey aktivitas diberbagai sektor suatu negara menunjukkan hasil yang mengkhawatirkan. Dalam hal ini Jerman dan Prancis berada di bawah level 50 ini berarti adanya penurunan aktivitas bisnis baik sektor jasa maupun manufaktur.

“Tak hanya itu, yang menjadi sorotan sejumlah investor dan pemerintah dan pelaku bisnis lainnya ialah adanya hasil penurunan Indeks yang terjadi di AS. Dimana dari hasil yang didapat Purchasing Managers Index (PMI) manufaktur AS untuk periode Maret adalah 52,5. meskipun ini masih berada di atas posisi level 50 namun ini merupakan angka terendah sejak Juni 2017 sehingga investor saham saat ini sontak panik dan menjual sahamnya,” ungkapnya.

Dia menegaskan meskipun hasil survei ini melemah, AS masih berada di atas level 50 sehingga investor tidak perlu panik karena kepanikan ini nantinya yang akan membuat situasi pasar modal menjadi kurang kondusif. Dan penurunan level ini masih bisa dimaklumi karena ekonomi global saat ini masih terus berproses dan bergerak sehingga diharapkan nantinya pertumbuhan ekonomi Global dapat terus tumbuh dan paling tidak stabil.

“Indeks saham-saham di bursa Global memang tampak merespon negatif adanya perlambatan survei bisnis ini dimana Dow Jones melemah 1,77%, Nasdaq jatuh 2,5%, S&P 500 turun 1,89%, NYSE turun 1,9%, Shanghai melemah 1,96%, STI turun 1,27% dan Hangseng melemah 2%. Kemungkinan tekanan jual masih akan melanda beberapa Indeks di bursa saham namun halini saya kira momentum yang pas bagi investor dalam negeri untuk berinvestasi pada saham yang memiliki fundamental yang baik diharga obral,” terangnya.

Disisi lain, Rupiah masih terus bertahan atas nilai tukar dolar AS. Rupiah melemah tipis 0,3% di kisaran level Rp.14.204/USD. Rupiah saya kira akan mampu bertahan di tengah situasi sekarang ini.

“Karena meskipun tekanan eksternal cukup kuat melemahkan Rupiah saya kira fundamental Rupiah masih akan mampu menopangnya,” tambahnya.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Rekomendasi Saham dan Prediksi Pergerakan IHSG Hari Ini Jumat 30 Januari 2026

Rekomendasi Saham dan Prediksi Pergerakan IHSG Hari Ini Jumat 30 Januari 2026

Rekomendasi Saham dan Pergerakan IHSG Kamis, 29 Januari 2026: IHSG Ambrol 7,35%, Kapitalisasi Pasar Susut Rp1.259 Triliun

Rekomendasi Saham dan Pergerakan IHSG Kamis, 29 Januari 2026: IHSG Ambrol 7,35%, Kapitalisasi Pasar Susut Rp1.259 Triliun

Rekomendasi Saham dan Pergerakan IHSG Hari Ini Rabu 28 Januari 2026, BUMI hingga GOTO Menguat

Rekomendasi Saham dan Pergerakan IHSG Hari Ini Rabu 28 Januari 2026, BUMI hingga GOTO Menguat

Rekomendasi Saham dan Pergerakan IHSG Hari Ini Selasa, 27 Januari 2026

Rekomendasi Saham dan Pergerakan IHSG Hari Ini Selasa, 27 Januari 2026

Rekomendasi Aplikasi Trading Terbaik di Indonesia 2026 untuk Pemula dan Profesional

Rekomendasi Aplikasi Trading Terbaik di Indonesia 2026 untuk Pemula dan Profesional

Rekomendasi Saham dan Pergerakan IHSG Hari Ini Jumat 23 Januari 2026, Waspada Koreksi ke 8.956

Rekomendasi Saham dan Pergerakan IHSG Hari Ini Jumat 23 Januari 2026, Waspada Koreksi ke 8.956

Komentar
Berita Terbaru