Awal Pekan, Bursa Asia memerah di Pasar Spot
digtara.com | JAKARTA – Diawal Pekan ini, Bursa Asia dibuka memerah di awal perdagangan Senin (25/3). Pukul 08.25 WIB Nikkei 225 turun 671,93 poin atau 3,11% ke 20.955,94, Kospi terkoreksi 34,49 poin atau 1,52% ke 2.152,61, S&P/ASX 200 terkoreksi 79,53 poin atau 1,28% ke 6.115,70 dan FTSE Malaysia turun 15,29 poin atau 0,91% ke 1.652.
Baca Juga:
Penurunan bursa Asia terseret kekhawatiran tentang kondisi kesehatan perekonomian dunia yang meningkat setelah pernyataan hati-hati The Fed. Imbal hasil US Tresury 10 tahun juga turun ke level terendah sejak awal 2018.
“Kami telah menjalankan kembali model kurva resesi pilihan kami yang sekarang menunjukkan peluang 30%-35% dari resesi AS akan terjadi selama 10 bulan-18 bulan ke depan,”kata Tapas Strickland, ahli strategi pasar di National Australia Bank seperti dikutip Reuters.
Strickland menambahkan, mendasarkan pada analisis sebelumnya, “Risiko resesi AS telah meningkat dan lampu kuning menyala dan ini akan membuat peluang pemangkasan suku bunga The Fed tetap tinggi.”
IHSG Ditutup Menguat ke 7.057 pada 5 Mei 2026, Saham TPIA, UNVR, dan BBRI Jadi Penggerak
IHSG Ditutup Menguat ke 6.971 pada 4 Mei 2026, Saham BBNI, BREN, dan TLKM Jadi Penopang
IHSG Hari Ini Ditutup Menguat ke 7.101, Saham BREN dan AMMN Jadi Penopang Utama
IHSG Berpeluang Rebound Hari Ini 29 April 2026, Uji Level 7.270, Simak Rekomendasi Saham Pilihan Analis
IHSG Hari Ini 28 April 2026 Berpotensi Lanjut Koreksi ke 7.022, Ini Rekomendasi Saham ARCI hingga TINS