Kamis, 05 Maret 2026

Kasihan Petani, Pemerintah Impor Beras Jelang Masa Panen Raya

Arie - Sabtu, 20 Maret 2021 22:48 WIB
Kasihan Petani, Pemerintah Impor Beras Jelang Masa Panen Raya

digtara.com – Kebijakan impor beras yang dilakukan pemerintah jelang panen mendapat penolakan dari berbagai elemen masyarakat.

Baca Juga:

Sala satunya, Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Nasional yang menolak rencana pemerintah impor beras 1 juta ton. Sebab, menurut mereka saat ini masuk musim panen raya.

Wakil Sekjen KTNA Nasional, Zul Herman mengatakan rencana impor beras itu sudah membuat gaduh para petani yang sedang berjuang menegakkan kedaulatan pangan.

“Kami KTNA menolak impor beras yang direncanakan pemerintah, mengingat pada bulan ini hingga Mei kami para petani padi sedang melakukan panen raya yang berimbas sangat besar jika ada impor beras terutama dari harga gabah petani yang akan turun,” kata Zul dikutip dari detik.com, Sabtu (20/3/2021).

Beberapa wilayah saat ini yang sudah memasuki masa panen disebut seperti Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), Papua, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Utara, Gorontalo, Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah dan Kalimatan Selatan.

Baca: Mantan Menteri Susi Minta Jokowi Stop Rencana Impor 1 Juta Ton Beras

Berdasarkan catatannya dari Badan Pusat Statistik (BPS), pergerakan produksi beras pada 2020 lebih tinggi dari 2019. BPS juga merilis potensi peningkatan produksi padi pada 2021, yait subround Januari-April 2021 sebesar 25,37 juta ton GKG, mengalami kenaikan sebanyak 5,37 juta ton atau 26,88% dibandingkan subround yang sama pada tahun 2020 sebesar 19,99 juta ton GKG.

“Pada Pendemi COVID-19 saat ini, data BPS menyebutkan sektor pertanian masih memberikan kontribusi positif bagi perekonomian nasional dan angka terbesar dari kinerja pemerintahan saat ini di antaranya tanaman padi,” ucap Sekretaris Jenderal KTNA Nasional, Yadi Sofyan Noor.

Tinjau Kembali

Untuk itu, pihaknya meminta pemerintah meninjau dan mengkaji ulang kebijakan impor beras.

Mengingat hal itu berdampak kepada penurunan harga jual hasil panen padi petani, serta membuat mental petani akan tertekan karena merasa kurang dihargai jerih payahnya selama ini.

“Pada masa pandemi COVID-19 ini, petani telah berusaha memanfaatkan waktu, tenaga dan modal usahanya untuk meningkatkan hasil produksi pertanian dalam rangka mengantisipasi kelangkaan pangan dengan merujuk anjuran pemerintah terutama Kementrian Pertanian,” terang Yadi.

 

Kasihan Petani, Pemerintah Impor Beras Jelang Masa Panen Raya

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Arie
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Putus Rantai Tengkulak, Polri Fasilitasi Permodalan KUR dan Penyerapan Bulog bagi Petani Jagung

Putus Rantai Tengkulak, Polri Fasilitasi Permodalan KUR dan Penyerapan Bulog bagi Petani Jagung

Petani Kota Medan Terima Bantuan Alsintan, Benih Padi, dan Sembako, Ini Kata Wakil Wali Kota Zakiyuddin

Petani Kota Medan Terima Bantuan Alsintan, Benih Padi, dan Sembako, Ini Kata Wakil Wali Kota Zakiyuddin

Petani di Alor-NTT Beberapa Kali Cabuli Anak Kandungnya

Petani di Alor-NTT Beberapa Kali Cabuli Anak Kandungnya

Pendapatan Layak Petani Masih Jauh dari Standar Bank Dunia. Sarif Kakung Minta Kesejahteraan Petani di Jawa Tengah Perlu Terus Ditingkatkan

Pendapatan Layak Petani Masih Jauh dari Standar Bank Dunia. Sarif Kakung Minta Kesejahteraan Petani di Jawa Tengah Perlu Terus Ditingkatkan

Petani di Kabupaten TTU Ditemukan Meninggal dalam Rumahnya

Petani di Kabupaten TTU Ditemukan Meninggal dalam Rumahnya

Petani di Malaka-NTT Ditikam Saat Melayat ke Rumah Kerabat

Petani di Malaka-NTT Ditikam Saat Melayat ke Rumah Kerabat

Komentar
Berita Terbaru