Sabtu, 31 Januari 2026

Hari Ketiga, Rupiah Masih ‘Loyo’ di Pasar Spot

Redaksi - Jumat, 01 Maret 2019 06:02 WIB
Hari Ketiga, Rupiah Masih ‘Loyo’ di Pasar Spot

digtara.com | JAKARTA – hari ketiga pada Jumat (1/3/2019) nilai tukar rupiah melemah berturut-turut. Mengutip Bloomberg, pukul 11.15 WIB, rupiah pasar spot ke level Rp 14.118 per dollar Amerika Serikat (AS) atau melemah 0,35% dari posisi kemarin.

Baca Juga:

Senasib, pada kurs Jakarta Interbank Spot Dollar (Jisdor) rupiah ke Rp 14.111 per dollar AS atau melemah 0,35% dari posisi kemarin Rp 14.062 per dollar AS.

“Pelemahan rupiah terjadi karena faktor fundamental eksternal. Kunci utamanya adalah perundingan dagang AS dan China yang ternyata masih jauh dari kesepakatan damai, serta pertemuan Kim Jong Un dan Donald Trump kemarin, yang tidak menghasilkan kesepakatan apapun,” tutur analis Garuda Berjangka, Ibrahim seperti dilansir Kontan.co.id.

Dirinya melanjutkan, AS dan China masih sulit mencapai kesepakatan sebab pertimbangan keduanya berbeda. AS menuntut China agar mendapatkan lebih banyak akses untuk perusahaan-perusahaan AS, penegakan perlindungan kekayaan intelektual, dan diakhirinya subsidi industri.

Sementara China lebih fokus pada pembatalan bea impor sebesar 25% dan mengatakan bahwa kemajuan substansial telah dibuat pada masalah-masalah spesifik seperti transfer teknologi, perlindungan hak kekayaan intelektual, hambatan non-tarif, industri jasa-jasa, pertanian dan nilai tukar.

Sementara dalam pertemuan bersama Kim Jong Un, pihak AS tak bisa mengabulkan permintaan Korea Utara untuk menghilangkan sanksi ekonomi.

Pelakiu pasar juga bertambah khawatir memasuki kawasan emerging market terkait konflik antara India dan Pakistan.

“Negara yang bertikai dikenal memiliki nuklir, ada kekhawatiran perang nuklir meletus di masa depan,” tambah Ibrahim.

Selain itu, rilis data ekonomi AS yang tidak memuaskan belum cukup menyokong rupiah. Menilik Reuters, angka GDP AS kuartal IV 2018 meningkat sebesar 2,6%, angka ini di bawah ekspetasi yakni sebesar 3%.

Sementara angka pengangguran juga meningkat sebanyak 8.000, menjadi 225.000, lebih tinggi dibandingkan ekspetasi.

Ibrahim melihat kekuatan rupiah berupa deflasi sebesar 0,08% secara month to month, dan 2,57% secara year on year belum mampu mendongkrak rupiah hari ini.

“Sekarang kita menunggu apa kebijakan AS seputar perang dagang, bila tidak ada hal signifikan yang diambil atau bahkan kenaikan bea impor dilaksanakan, maka efek pelemahan diproyeksikan berlanjut sampai minggu depan,” jelasnya.

Ibrahim meramal rupiah melanjutkan pelemahannya di kisaran 14.105 per dollar – Rp 14. 120 per dollar pada perdagangan hari ini.

“Jika tembus sampai Rp 14.120 per dollar, maka akan meluncur terus ke angka Rp 14.145 per dollar AS,” pungkasnya.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Rupiah Dibuka Melemah ke Rp16.792 per Dolar AS Hari Ini (27/1)

Rupiah Dibuka Melemah ke Rp16.792 per Dolar AS Hari Ini (27/1)

Nilai Tukar Rupiah Hari Ini Senin 26 Januari 2026, Bergerak di Rp16.820–Rp16.850 per Dolar AS

Nilai Tukar Rupiah Hari Ini Senin 26 Januari 2026, Bergerak di Rp16.820–Rp16.850 per Dolar AS

Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Hari Ini Jumat 23 Januari 2026, Berisiko Melemah

Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Hari Ini Jumat 23 Januari 2026, Berisiko Melemah

Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Hari Ini 20 Januari 2026, Tertekan Isu Fiskal dan Sentimen Global

Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Hari Ini 20 Januari 2026, Tertekan Isu Fiskal dan Sentimen Global

Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Hari Ini, Senin 19 Januari 2026

Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Hari Ini, Senin 19 Januari 2026

Nilai Tukar Rupiah Hari Ini Kamis 15 Januari 2026, Berisiko Melemah ke Rp16.890 per Dolar AS

Nilai Tukar Rupiah Hari Ini Kamis 15 Januari 2026, Berisiko Melemah ke Rp16.890 per Dolar AS

Komentar
Berita Terbaru