Polisi Amankan 11 Unit Sepeda Motor Saat Razia Balap Liar
digtara.com – Polisi berhasil mengamankan 11 unit sepeda motor saat menggelar razia balap liar di Jalan Yos Sudarso, Kel Lalang, Kec Rambutan Kota Tebingtinggi.
Baca Juga:
Kapolsek Rambutan Polres Tebingtinggi, AKP Suhartono, sabtu malam (11/4), sekira pukul 02:00 Wib dini hari langsung melakukan razia balap liar dan berhasil mengamankan 11 unit Septor.
Kapolsek Rambutan, AKP Suhatono, dan seluruh anggota unit reskrim Polsek Rambutan, turun ke Jalan Yos Sudarso, untuk membubarkan sekaligus merazia balap liar yang terlihat sedang berkumpul-kumpul di pinggir jalan.
AKP Suhartono menyebutkan, dirinya bersama anggota telah melakukan penyamaran sebagai penonton balap liar.
Dan menyelinap di tempat keramaian saat terjadinya aksi balap liar, penyamaran kami seperti tidak diketahui oleh mereka semua.
Kemudian, ketika aksi balap liar di mulai, seluruh anggota langsung menyergap beberapa titik dilokasi balap liar tersebut.
Sebelumnya masing-masing anggota sudah standby disana, saat disergap keadaan mulai tidak terkontrol.
“Penonton dan peserta balap liar langsung berhamburan dan langsung melarikan diri dari sergapan petugas,” ujar Suhartono.
Dia menjelaskan dari giat razia balap liar yang dilakukan Polsek Rambutan Kota Tebingtinggi.
Dan ada sebanyak 11 unit septor berhasil disita, dan langsung dibawa ke Polsek Rambutan untuk proses lebih lanjut.
Kegiatan ini agar para remaja yang sering melakukan Balap liar,untuk memberi efek jera seperti ini, dengan cara kita tahan septornya,
apabila cuma dilakukan pembubaran dengan himbauan saja mereka seperti tidak mengindahkannya, dan seakan akan menghiraukannya.
Untuk pemilik kendaraan yang berhasil terjaring razia malam tadi, dapat datang ke Polsek Rambutan Kota Tebingtinggi.
Dengan membawa surat surat kendaraan, dan apabila septor tidak memiliki surat, septor tersebut tidak dapat diambil, karena itu masuk dalam kategori septor bodong.
Sangat mengesalkan apa yang ia lihat ketika razia balap liar tadi malam.
karena disana ia melihat hampir seluruh yang menjadi peserta dan penonton adalah anak dibawah umur,
Dia pun meminta agar orang tua lebih protektif dalam melakukan pengawasan kepada anak anaknya.
Rais Syuriah PWNU Jawa Tengah Dukung Penuh Langkah PBNU dalam Merespon Pemberitaan Trans7 yang Dinilai Mencoreng Martabat Pesantren
Ribut Pasca Mabuk Miras, Sejumlah Pemuda di Kupang Diamankan Polisi
Tersangka Pembuang Bayi di Kupang Dilimpahkan ke Kejaksaan
Dinkes dan BKD Langkat Bantah Tudingan Pungli: Proses Kenaikan Jabatan Sesuai Regulasi Nasional
Ketua DPRD Sumut Sambut KoJAM Dalam Kolaborasi Pemberitaan