Senin, 03 Agustus 2026

Ponpes Durrotu Aswaja Banaran Buka Pesantren Tahfidz dan Ilmu Al-Qur'an Putri, Cetak Hafizah dengan Penguasaan Ilmu-ilmu Al-Qur'an Secara Komprehensif

Ponpes Tahfidz
Ahsan Fauzi - Senin, 03 Agustus 2026 18:04 WIB
Ponpes Durrotu Aswaja Banaran Buka Pesantren Tahfidz dan Ilmu Al-Qur'an Putri, Cetak Hafizah dengan Penguasaan Ilmu-ilmu Al-Qur'an Secara Komprehensif
Ahsan Fauzi
Pengasuh Ponpes Durrotu Aswaja Banaran, KH. Agus Ramadhan

digtara.com - Pondok Pesantren Durrotu Ahlissunnah Waljamaah (Durrotu Aswaja) Banaran, Gunungpati Semarang resmi membuka kompleks Pesantren Tahfidz dan Ilmu Al-Qur'an yang diperuntukkan khusus bagi santri putri. Kehadiran kompleks baru tersebut diharapkan menjadi pusat pendidikan Al-Qur'an yang mampu melahirkan hafizah dengan penguasaan ilmu-ilmu Al-Qur'an secara komprehensif.Pengasuh Ponpes Durrotu Aswaja Banaran, KH. Agus Ramadhan, mengatakan kompleks baru tersebut memiliki kurikulum yang berbeda dengan pondok induk. Fokus pendidikan diarahkan pada pembinaan tahfidz serta pendalaman ilmu Al-Qur'an.

Baca Juga:

"Ini memang kompleks khusus diperuntukkan bagi para calon hafizah. Saat ini baru tersedia tiga ruangan. Insyaallah kedepan memiliki kurikulum khusus yang menitikberatkan pada tahfidz dan ilmu Al-Qur'an," ujar KH. Agus Ramadhan saat peresmian, Minggu (2/8/2026).

Selain program hafalan Al-Qur'an, pesantren juga akan menyelenggarakan pembelajaran diniyah yang dirancang secara khusus untuk mendukung penguasaan ilmu-ilmu Al-Qur'an.

Peresmian dihadiri berbagai unsur masyarakat, diantaranya perwakilan NU Ranting Banaran, pengurus Jatma Aswaja Jawa Tengah Habib Novel Bin Idrus Al Muthohar, tokoh masyarakat, perangkat RT/RW, serta tamu undangan lainnya.

KH. Agus berharap kehadiran pesantren tersebut dapat menjadi ruang pembinaan bagi generasi muda, khususnya mahasiswi dan perempuan, agar mampu menghafal Al-Qur'an sekaligus memahami kandungannya secara lebih mendalam.

Saat ini Pesantren Tahfidz dan Ilmu Al-Qur'an terbuka bagi masyarakat umum maupun mahasiswa. Mayoritas santri berasal dari kalangan mahasiswa Universitas Negeri Semarang (UNNES), disertai santri dari berbagai daerah yang secara khusus mengikuti program tahfidz maupun kajian Al-Qur'an.

Dalam kesempatan tersebut, KH. Agus juga menyoroti tren penurunan jumlah santri yang terjadi di sejumlah pesantren. Menurutnya, kondisi tersebut dipengaruhi berbagai faktor, termasuk menurunnya kepercayaan masyarakat akibat sejumlah kasus yang melibatkan oknum di lingkungan pesantren.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa pesantren tetap menjadi pilihan penting bagi orang tua dalam membentengi anak dari pengaruh negatif pergaulan, terutama bagi mahasiswa yang menempuh pendidikan di kawasan perkotaan.

"Kalau anak-anak kita mondok di pesantren, hati kita lebih tenang, apalagi kalau kuliah di kota. Pergaulan di kampus dan lingkungan perkotaan sangat luar biasa. Karena itu, alangkah baiknya mahasiswa juga mondok agar lebih terjaga dari lingkungan pergaulan," katanya.

Ia menambahkan, pendidikan pesantren tidak hanya membangun kecerdasan intelektual, tetapi juga memperkuat karakter dan spiritualitas.

"Mahasiswa harus mempunyai fondasi spiritual yang kuat. Kalau hanya mengandalkan logika dan pikiran saja belum cukup. Manusia juga memiliki sisi religiositas yang harus terus dijaga," tutup KH. Agus Ramadhan.

Tentang Ponpes Durrotu Aswaja Banaran

Pondok Pesantren Durrotu Ahlissunnah waljamaah (Durrotu Aswaja) Banaran merupakan pesantren yang mengembangkan pendidikan keislaman bagi mahasiswa dan masyarakat umum dengan penekanan pada penguatan akidah Ahlussunnah wal Jamaah, pembinaan karakter, serta pengembangan kapasitas keilmuan. Pembukaan Pesantren Tahfidz dan Ilmu Al-Qur'an menjadi bagian dari upaya memperluas layanan pendidikan Al-Qur'an, khususnya bagi santri putri. (San).

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Ahsan Fauzi
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru