56 Pejabat di Lingkungan Kanwil Kemenhaj Jateng Resmi Dilantik. Kakanwil Kemenhaj Jateng Siap Tancap Gas!
digtara.com - Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, Mochamad Irfan Yusuf, melantik pejabat Eselon II, III, dan IV di lingkungan Kementerian Haji dan Umrah, baik di tingkat pusat maupun daerah, Rabu (31/12/2025).
Baca Juga:
- Pengelolaan Haji Harus Bersih dari Praktik Korupsi. Wamenhaj Dahnil: Tangkap Saja Siapa Pun yang Masih Berusaha Melakukan Praktik Rente dan Korupsi
- Buka TOT Fasilitator PPIH 2026. Menhaj: Petugas Haji Adalah Perpanjangan Tangan Negara dan Presiden Dalam Memberikan Pelayanan Kepada Jamaah
- Muncul Kekhawatiran Haji Khusus Tak Berangkat, Kemenhaj Pastikan Proses Pelunasan dan PK Haji Khusus Tuntas Sesuai Tenggat Saudi
Pelantikan untuk pejabat vertikal tingkat Provinsi dan Kabupaten/kota dilakukan secara daring, salah satunya di lingkungan Kanwil Kemenhaj Jateng.
Kepala Kanwil Kemenhaj Provinsi Jawa Tengah, Fitriyanto menuturkan dalam pelantikan oleh Menteri Haji dan Umrah hari ini, untuk wilayah Kanwil Kemenhaj Jateng ada 56 orang, terdiri pejabat administratif dan pengawas.
"Untuk pejabat eselon III, 9 orang dan sisanya pengawas pejabat eselon IV. Dari 9 eselon III tersebut, tiga merupakan pejabat Kanwil dan 6 lainnya adalah Kepala Kantor Kemenhaj Kabupaten/Kota yang kemarin masih Plt, hari ini didefinitifkan," ucap Fitriyanto usai pelantikan.
Baca Juga:
Fitriyanto membeberkan, ketiga pejabat eselon III di lingkungan Kanwil Kemenhaj diantaranya; Muh Arif Hanafi sebagai Kabag Tata Usaha, Abdul Jalil sebagai Kepala Bidang Bina dan Pengendalian Haji dan Umrah, serta Siti Chomariah sebagai Kepala Bidang Pelayanan dan Fasilitasi Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah.
"Sejak saya dilantik menjadi Kakanwil Kemenhaj, mereka sudah membantu saya dalam menjalankan tugas. Dengan resmi dilantik menjadi pejabat bisa menambah motivasi dan bekerja lebih keras lagi mempersiapkan penyelenggaraan haji yang tinggal tiga bulan lagi," ungkapnya.
Fitriyanto menegaskan, karena mereka merupakan orang-orang lama yang selama ini sudah menjalankan tugas di PHU (Penyelenggaraan Haji dan Umrah) Kemenag, dirinya optimis mereka bisa menyesuaikan dan bekerja optimal.
"Saya yakin mereka bisa bekerja secara optimal dan siap tancap gas sebagaimana arahan Pak Menteri," kata Fitriyanto optimis.
Sementara itu, saat pelantikan, Menhaj menegaskan bahwa para pejabat yang dilantik langsung dihadapkan pada tantangan strategis, mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan layanan haji dan umrah yang semakin kompleks serta menuntut ketepatan, kecepatan, dan akuntabilitas.
"Persiapan penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026 membutuhkan perhatian serius di seluruh bidang, termasuk proses pelunasan biaya haji, keakuratan data jemaah, serta kejelasan informasi kepada masyarakat. Kepastian pelunasan menjadi fondasi utama dalam memastikan kesiapan layanan pada setiap tahapan," ujar Gus Irfan sapaan akrabnya.
Baca Juga:
Mereka diminta tancap gas menjalankan tugas untuk menyiapkan penyelenggaraan ibadah haji 2026.
"Baik yang dari internal, orang PHU Kemenag atau dari luar, semuanya harus siap. Harus tanjap gas!," pinta Menhaj Gus Irfan. (San).
Pengelolaan Haji Harus Bersih dari Praktik Korupsi. Wamenhaj Dahnil: Tangkap Saja Siapa Pun yang Masih Berusaha Melakukan Praktik Rente dan Korupsi
Buka TOT Fasilitator PPIH 2026. Menhaj: Petugas Haji Adalah Perpanjangan Tangan Negara dan Presiden Dalam Memberikan Pelayanan Kepada Jamaah
Muncul Kekhawatiran Haji Khusus Tak Berangkat, Kemenhaj Pastikan Proses Pelunasan dan PK Haji Khusus Tuntas Sesuai Tenggat Saudi
Ramai Soal Risiko Gagalnya Haji Khusus 2026, BPKH Buka Suara
Ada Alarm Serius Ribuan Jemaah Haji Khusus Gagal Berangkat, Kementeran Haji dan BPKH Harus Segera Berbenah