Kamis, 08 Januari 2026

Keterbatasan Fisik Bukan Penghalang. LPK Quantum Telecommunication Persembahkan Pelatihan Teknisi Handphone Gratis Bagi Penyandang Disabilitas

Pelatihan Teknisi Handphone
Ahsan Fauzi - Rabu, 24 Desember 2025 10:28 WIB
Keterbatasan Fisik Bukan Penghalang. LPK Quantum Telecommunication Persembahkan Pelatihan Teknisi Handphone Gratis Bagi Penyandang Disabilitas
Istimewa
LPK Quantum Telecommunication memberikan pelatihan teknisi handphone bagi penyandang disabilitas di Semarang dan sekitarnya

digtara.com - Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Quantum Telecommunication Semarang memberikan pelatihan teknisi handphone untuk para penyandang disabilitas di Kota Semarang dan sekitarnya. Pelatihan ini untuk memberikan skill, supaya mereka kelak bisa mandiri dan sukses dalam usaha service handphone dan bisnis telematika.

Baca Juga:

Sedikitnya sepuluh penyandang disabilitas tuna daksa duduk berjajar mengikuti pelatihan teknisi handphone selama seminggu, mulai 17 Desember hingga 23 Desember 2025. Pelatihan terpusat di aula LPK) Quantum Telecommunication Jalan Bina Remaja No 4, Banyumanik, Semarang.

Tampak deru blower, bunyi obeng kecil, dan tatapan serius mengiringi jari-jari yang tekun membongkar ponsel tanda mereka serius mengikuti pelatihan tersebut.

Bukan sekadar pelatihan biasa, program ini dirancang sebagai jalan menuju kemandirian ekonomi dan pengakuan bahwa keterbatasan fisik tidak pernah membatasi mimpi.

Baca Juga:

Pasca mengikuti pelatihan selama seminggu, para peserta masih harus menempuh satu tahap penting.

Yaitu magang selama satu bulan di sejumlah service center dan konter ponsel rekanan Quantum Telecommunication, seperti Magic Service, Gajah Ponsel, MQ Cell, hingga konter milik Quantum sendiri.

Dari ruang pelatihan, mereka akan dibawa langsung ke dunia kerja yang sesungguhnya.

Direktur LPK Quantum Telecommunication, Tomi Sudiarno, menuturkan program ini lahir dari empati dan kegelisahan melihat penyandang disabilitas yang kerap terpinggirkan dari akses pelatihan kerja.

"Selama ini perhatian untuk teman-teman disabilitas masih sangat minim. Padahal mereka punya keinginan yang sama, ingin bekerja, bergaul, dan hidup layak seperti orang lain. Yang membedakan hanya kesempatan," kata Tomi, Rabu (24/12/2025).

Menurutnya, pelatihan ini bukan sekadar mengajarkan cara memperbaiki ponsel. Lebih dari itu, Quantum ingin memastikan peserta benar-benar siap berdiri di atas kaki sendiri.

Baca Juga:

Karena itu, setelah magang selesai, setiap peserta akan difasilitasi untuk membuka usaha mandiri di tempat tinggal masing-masing.

"Kami siapkan peralatan teknisi handphone lengkap satu set. Mulai dari blower, mikroskop, sampai perlengkapan servis lainnya. Harapannya, ilmu yang mereka dapatkan bisa langsung menghasilkan pendapatan untuk kehidupan sehari-hari," ujarnya.

Sepuluh peserta yang mengikuti pelatihan ini berasal dari berbagai daerah. Tujuh orang dari Kota Semarang, dua orang dari Kabupaten Semarang, dan satu orang dari Boyolali.

Mereka datang dengan latar belakang berbeda, namun membawa harapan yang sama, yaitu mandiri secara ekonomi dan tidak lagi dipandang sebelah mata.

Salah satunya adalah Nor Wakhid (44). Pria yang sebelumnya bekerja sebagai juru parkir ini tak bisa menyembunyikan rasa syukurnya.

Sejak lulus SMA, ia mengaku sudah lama ingin memiliki keterampilan khusus, namun keterbatasan kesempatan membuat keinginan itu tertunda bertahun-tahun.

Baca Juga:

"Alhamdulillah, akhirnya kesampaian sekarang. Pelatihan ini sangat bermanfaat. Nanti saya punya skill dan bisa berdiri sendiri," ucapnya dengan mata berbinar.

Ia mengetahui program ini dari komunitas disabilitas yang selama ini menjadi ruang berbagi dan saling menguatkan.

Harapan serupa juga disampaikan peserta lainnya, Shodiq dan Yusuf Maulana. Bagi mereka, pelatihan seperti ini adalah kunci agar penyandang disabilitas tidak terus bergantung pada belas kasihan.

"Kami ini hanya butuh dibimbing dan diberi pelatihan. Kalau sudah punya skill, kami bisa mandiri," kata mereka.

Harapannya sederhana, penyandang disabilitas tidak lagi dipandang sebelah mata, melainkan sebagai individu yang mampu berkarya.

Program pelatihan ini turut mendapat perhatian dan dukungan dari pemerintah daerah.

Baca Juga:

Hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan Dinas Sosial Kota Semarang Abdul Wakhid, perwakilan Dinas Ketenagakerjaan Kota Semarang, Sri, serta Sujati dari Dinas Koperasi dan Usaha Mikro.

Unsur Kecamatan Banyumanik dan Kelurahan Srondol Wetan juga turut menyaksikan jalannya kegiatan.

Bagi LPK Quantum Telecommunication, pelatihan ini bukan sekadar agenda tahunan, melainkan komitmen sosial.

Selain mendorong kemandirian ekonomi penyandang disabilitas, program ini juga sejalan dengan upaya menekan angka pengangguran dan mendukung program pemerintah dalam menciptakan lapangan kerja.

Di balik obeng kecil dan papan sirkuit ponsel yang terbuka, tersimpan cerita tentang keberanian untuk bermimpi dan kesempatan untuk bangkit.

Di ruang pelatihan itu, para penyandang disabilitas tengah membangun bukan hanya keterampilan teknis, tetapi juga harapan akan masa depan yang lebih setara.

Baca Juga:

Sejumlah lembaga ikut berpartisipasi dalam pelatihan tersebut, seperti BT ACC, Shine Star, Meetou, Sunshine, Life Future, Broder Parts, Onglai, dan SPH. (San).

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Penyandang Disabilitas di Sibolga Sentuh Hati Pangdam I/BB dan Kapoldasu

Penyandang Disabilitas di Sibolga Sentuh Hati Pangdam I/BB dan Kapoldasu

Penyandang Disabilitas dan Pemulung Divaksinasi

Penyandang Disabilitas dan Pemulung Divaksinasi

Paman Cabuli Ponakan Disabilitas di Kupang, Pelaku Menyerahkan Diri

Paman Cabuli Ponakan Disabilitas di Kupang, Pelaku Menyerahkan Diri

Lagi, Remaja Disabilitas Jadi Korban Cabul Tetangga di Kupang

Lagi, Remaja Disabilitas Jadi Korban Cabul Tetangga di Kupang

Pencabulan Penyandang Difable di Kupang, Pelaku Pernah Dimaafkan

Pencabulan Penyandang Difable di Kupang, Pelaku Pernah Dimaafkan

Diduga Cabuli Penyandang Disabilitas, Mahasiswa Politeknik Negeri Kupang Dilaporkan ke Polisi

Diduga Cabuli Penyandang Disabilitas, Mahasiswa Politeknik Negeri Kupang Dilaporkan ke Polisi

Komentar
Berita Terbaru