Niken Mayasari: Pentingnya Regenerasi Petani, Pemerintah Dapat Mendorong Agar Profesi Petani Menarik Bagi Anak Muda
"Banyak generasi muda yang menganggap profesi petani tidak menarik. Mereka lebih memilih menjadi karyawan atau bekerja di bidang lain. Padahal, pertanian adalah sektor penting yang menyangkut ketahanan pangan bangsa," ujar Anggota FPKB DPRD Jateng, Niken Mayasari saat melaksanakan reses masa sidang pertama tahun anggaran 2025–2026 di Dusun Ragem, Desa Tambakselo, Kecamatan Wirosari, Kabupaten Grobogan, Rabu (15/10/2025).
Baca Juga:
- BKP HPWI Jateng Siap Gerakkan Potensi Wisata Jateng Benar-benar Hidup dan Memberikan Manfaat Nyata untuk Masyarakat
- Wakil Ketua DPRD Jateng Sarif Abdillah: Sistem Pengelolaan Sampah di Pasar Tradisional Harus Diperkuat
- Sarif Kakung Kampanyekan Memakai Sarung Guna Mendukung Industri Tekstil dan Ekonomi Kreatif Lokal Jateng
Legislator PKB daerah pemilihan Grobogan dan Blora ini menegaskan bahwa pertanian bisa menjadi profesi yang menjanjikan apabila pemerintah daerah, baik di tingkat kabupaten, kota, maupun provinsi, memberikan perhatian lebih dan ruang yang luas bagi para petani muda.
"Harapan kami, pemerintah dapat mendorong agar profesi petani menjadi profesi yang menarik, modern, dan memberikan masa depan yang cerah bagi generasi muda," imbuhnya.
Dalam kesempatan itu, Niken juga mengapresiasi munculnya inisiatif Petani Muda Kreatif di wilayah Wirosari. Ia menilai gerakan tersebut menjadi bukti bahwa anak muda memiliki potensi besar untuk membawa perubahan positif di sektor pertanian melalui inovasi dan kreativitas.
Sementara itu, salah satu peserta reses, Supriyono, menyampaikan keinginannya agar pemerintah memberikan kesempatan lebih besar bagi petani muda untuk berinovasi dan mengembangkan usaha pertanian.
"Kami ingin diberi ruang dan dukungan untuk menciptakan hal-hal baru yang baik bagi pertanian. Anak muda banyak ide, tinggal bagaimana diberi kesempatan," tuturnya.
Niken pun berkomitmen menindaklanjuti aspirasi tersebut dan memperjuangkan agar program-program pertanian di Jawa Tengah ke depan lebih berpihak pada generasi muda.
"Keberlanjutan pertanian hanya bisa terwujud jika regenerasi petani berjalan dengan baik," tegasnya.
Kegiatan reses yang dilakukan Niken ini merupakan satu dari beberapa rangkaian kegiatan reses yang akan berlangsung sejak tanggal 13 hingga 20 Oktober 2025 mendatang dalam rangka menyerap aspirasi masyarakat luas. (San).
BKP HPWI Jateng Siap Gerakkan Potensi Wisata Jateng Benar-benar Hidup dan Memberikan Manfaat Nyata untuk Masyarakat
Wakil Ketua DPRD Jateng Sarif Abdillah: Sistem Pengelolaan Sampah di Pasar Tradisional Harus Diperkuat
Sarif Kakung Kampanyekan Memakai Sarung Guna Mendukung Industri Tekstil dan Ekonomi Kreatif Lokal Jateng
Refleksi Hari Tani 2025, PKB Berkomitmen Sejahterakan Petani dan Kawal Kedaulatan Pangan
Kemenag Akan Luncurkan Ditjen Pesantren. Sarif Abdillah: Kehadiran Ditjen Pesantren Akan Memperkuat Ekosistem Pendidikan Islam di Indonesia