Rabu, 04 Maret 2026

Semangat Abadi Kakek Supardi Penjual Sate Rendang Keliling Medan

Redaksi - Senin, 23 Juni 2025 10:00 WIB
Semangat Abadi Kakek Supardi Penjual Sate Rendang Keliling Medan
ist
Semangat Abadi Kakek Supardi Penjual Sate Rendang Keliling Medan

digtara.com - Di tengah geliat hiruk pikuk Kota Medan, sosok tanpa pamrih menapaki hari - harinya dengan penuh perjuangan. Ia adalah seorang Kakek Supardi berusia 66 tahun.

Baca Juga:

Tubuhnya yang tampak membungkuk digerogoti usia, tidak pernah memadamkan semangatnya.

Setiap pagi hingga petang Kakek Supardi terus menuntun sepedanya demi menjajakan sate rendang di sekeliling Kecamatan Medan Tuntungan II.

Langkah pelan namun pasti dari Kakek Supardi menunjukkan bahwa kerja keras tak pernah mengenal usia.

Sepedanya sederhana, di atasnya tersusun sate rendang tusuk yang telah disajikan dalam keranjang.

Sate rendang menggoda lidah siapa saja yang memakannya.

Namun, dibalik kenikmatan jajanan ini, tersimpan kisah hidup seorang kakek yang tidak ingin menjadi beban.

Kakek Supardi percaya bahwa bekerja merupakan cara terbaik untuk menjaga martabat, sebuah prinsip yang kakek warisi dari orang tuanya demi menyambung hidup tanpa mengeluh dan meminta - minta.

Setiap harinya, Kakek Supardi mengayuh sepedanya sejauh belasan kilometer sambal menjajakan sate rendangnya.

Kakek tidak peduli hujan atau panas menyengat, langkahnya tetap berpijak di jalanan.

Tidak jarang Kakek Supardi terlihat menepi di pinggir trotoar, menunggu pelanggan sambil mengusap keringat yang menetes dari kulit keriputnya.

Wajah ramah dan senyumnya, tetap kakek Supardi hadirkan meski lelah kerap menghampirinya.

"Yang penting halal dan bisa makan hari ini," begitu kata kakek lirih saat ditanya mengapa masih berjualan di usia senjanya.

Kakek Supardi tinggal di sebuah kontrakan sederhana bersama istrinya yang sedang sakit.

Sebagian anak - anaknya tidak lagi bisa membantunya secara finansial, walaupun telah menikah.

Maka, berjualan sate rendang menjadi satu - satunya harapan kakek Supardi untuk membeli beras, membayar listrik, dan untuk membeli obat bagi sang istri tercinta.

Dalam sehari, kakek Supardi bisa menjual 30 sampai 50 sate rendang dengan Harga Rp2000 setiap tusuknya.

Pendapatan harian yang kakek Supardi dapatkan jika jualannya habis hanya sekitar Rp60 ribu sampai Rp100 ribu saja.

Sepeda kayuh Kakek Supardi senantiasa setia menemaninya dalam berjualan meskipun terdapat opsi penggunaan sepeda motor yang juga ramai digunakan oleh pedagang untuk berjualan.

Kakek Supardi tidak merasa iri dengan keterbatasan kendaraan dalam berjualan.

Bukan tanpa alasan Kakek Supardi berpandangan demikian.

Dalam kayuhan panjangnya menulusuri jalanan Kota Medan, kakek telah melihat berbagai kehidupan dan menyadari bahwa rezeki seringkali datang saat dia menjajakan sate rendangnya dengan sepeda.

Banyak pelanggan yang singgah bukan hanya karena lapar, melainkan juga karena rasa simpati pada Kakek Supardi.

Kini beliau masih tetap berjuang dan yakin bahwa rezeki tidak akan lari kemana - mana.

"Syukuri apa adanya saja, nanti kalau banyak rejeki diberikan Allah pasti bakalan terbeli," lirih Kakek Supardi dalam menceritakan kisah perjuangannya.

Di era yang serba digital ini, keberadaan Kakek Supardi menjadi pengingat bahwa masih banyak orang yang bertahan hidup dengan cara - cara yang sederhana namun penuh makna.

Di sela gemerlap modernitas, hadir keteguhan hati seorang kakek yang tidak ingin menyerah pada kehidupan.

Perjuangannya bukan hanya demi perut yang kenyang, tetapi demi harga diri dan tanggung jawab sebagai seorang suami.

Semoga semakin banyak hati yang tergerak membantu dan menghargai para pejuang
kehidupan seperti Kakek Supardi penjual sate rendang ini.

Sebab, di balik sepeda kayuh dan langkah kakinya yang berat, tersimpan pelajaran berharga bagi mereka yang tidak mengenal kata menyerah.

Penulis:Citra Puja Kharisma,mahasiswi Jurusan Ilmu Komunikasi, Universitas Islam Negeri Sumatera Utara.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Arie
SHARE:
Tags
Berita Terkait
100 Hari Kerja Polrestabes Medan, 526 Kasus Narkoba Diungkap dan 718 Tersangka Diamankan

100 Hari Kerja Polrestabes Medan, 526 Kasus Narkoba Diungkap dan 718 Tersangka Diamankan

H. Muhammad Husni Wafat, Asisten Deputi Kementerian Koperasi RI Tutup Usia di Medan

H. Muhammad Husni Wafat, Asisten Deputi Kementerian Koperasi RI Tutup Usia di Medan

5 Rekomendasi Tempat Nongkrong di Kota Medan Update Februari 2026, Dari Yang Bergaya Eropa hingga Indonesia Timur

5 Rekomendasi Tempat Nongkrong di Kota Medan Update Februari 2026, Dari Yang Bergaya Eropa hingga Indonesia Timur

Andar Amin Harahap Resmi Pimpin Golkar Sumut Periode 2025–2030, Terpilih Aklamasi di Musda XI

Andar Amin Harahap Resmi Pimpin Golkar Sumut Periode 2025–2030, Terpilih Aklamasi di Musda XI

Remaja Asal NTT Jadi Korban TPPO di Medan, Lima Bulan Bekerja Tanpa Upah dan Alami Kekerasan

Remaja Asal NTT Jadi Korban TPPO di Medan, Lima Bulan Bekerja Tanpa Upah dan Alami Kekerasan

Petani Kota Medan Terima Bantuan Alsintan, Benih Padi, dan Sembako, Ini Kata Wakil Wali Kota Zakiyuddin

Petani Kota Medan Terima Bantuan Alsintan, Benih Padi, dan Sembako, Ini Kata Wakil Wali Kota Zakiyuddin

Komentar
Berita Terbaru