Selasa, 10 Maret 2026

Terlama di Indonesia, Ada Wilayah di NTT 83 Hari Tanpa Hujan

Imanuel Lodja - Rabu, 15 Juni 2022 13:00 WIB
Terlama di Indonesia, Ada Wilayah di NTT 83 Hari Tanpa Hujan

digtara.com – Badan Meteorologi Geofisika dan Klimatologi (BMKG) Stasiun Klimatologi Nusa Tenggara Timur (NTT), mencatat wilayah Rambangaru, Kecamatan Haharu, Kabupaten Sumba Timur, mengalami hari tanpa hujan dengan kategori ekstrem panjang.

Baca Juga:

“Di Rambangaru sudah 83 hari tanpa hujan,” ujar Prakirawan BMKG Stasiun Klimatologi NTT Ryan Sudrajat, Rabu (15/6/2022).

Karena sudah 83 hari tanpa hujan, maka wilayah Rambangaru tercatat paling tinggi di Indonesia untuk kategori ekstrem panjang.

Selain Rambangaru, ada sejumlah wilayah lainnya di NTT yang mengalami hari tanpa hujan menengah hingga sangat panjang.
Ryan pun memerinci ada dua wilayah di NTT yang masuk kategori hari tanpa hujan sangat panjang yakni di Desa Kamanggih, Kecamatan Kahaungu Eti, Kabupaten Sumba Timur 53 hari dan Desa Oemofa, Kecamatan Amabi Oefeto Timur, Kabupaten Kupang 51 hari.

Sedangkan satu wilayah yang masuk kategori menengah yakni Dewa Tawui, Kecamatan Pinupahar, Kabupaten Sumba Timur yakni 11 hari.

Menurutnya, di Provinsi NTT pada umumnya berada pada kategori hari hujan dan hari tanpa hujan sangat pendek yakni 1-5 hari.

Dia menjelaskan, analisis curah hujan dasarian 1 bulan Juni, sebagian besar wilayah NTT mengalami curah hujan dengan Kategori rendah yakni 0-50 mm, tetapi beberapa wilayah juga masih ada yang mengalami curah hujan tinggi dan sangat tinggi.

Di sebagian kecil Kabupaten Kupang dan sebagian kecil Kabupaten Timor Tengah Utara mengalami curah hujan dengan kategori tinggi yakni 151 – 300 mm.

“Serta di sebagian kecil Kabupaten Sikka mengalami curah hujan dengan kategori sangat tinggi yakni 300 mm,” ujar Ryan.

Prakiraan hujan dasarian ke depan lanjut Ryan, pada umumnya rendah, tapi beberapa wilayah diprakirakan akan mendapatkan curah hujan menengah hingga sangat tinggi.
Pihaknya kata Ryan, secara rutin akan terus menyampaikan informasi terkait iklim di wilayah NTT, sehingga bisa diketahui masyarakat.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Imanuel Lodja
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Rais Syuriah PWNU Jawa Tengah Dukung Penuh Langkah PBNU dalam Merespon Pemberitaan Trans7 yang Dinilai Mencoreng Martabat Pesantren

Rais Syuriah PWNU Jawa Tengah Dukung Penuh Langkah PBNU dalam Merespon Pemberitaan Trans7 yang Dinilai Mencoreng Martabat Pesantren

Ribut Pasca Mabuk Miras, Sejumlah Pemuda di Kupang Diamankan Polisi

Ribut Pasca Mabuk Miras, Sejumlah Pemuda di Kupang Diamankan Polisi

Tersangka Pembuang Bayi di Kupang Dilimpahkan ke Kejaksaan

Tersangka Pembuang Bayi di Kupang Dilimpahkan ke Kejaksaan

Dinkes dan BKD Langkat Bantah Tudingan Pungli: Proses Kenaikan Jabatan Sesuai Regulasi Nasional

Dinkes dan BKD Langkat Bantah Tudingan Pungli: Proses Kenaikan Jabatan Sesuai Regulasi Nasional

Ketua DPRD Sumut Sambut KoJAM Dalam Kolaborasi Pemberitaan

Ketua DPRD Sumut Sambut KoJAM Dalam Kolaborasi Pemberitaan

Mahasiswa di Kupang Ditemukan Tewas Gantung Diri, Sebelum Tewas, Korban Sempat Minta Uang Beli Pulsa

Mahasiswa di Kupang Ditemukan Tewas Gantung Diri, Sebelum Tewas, Korban Sempat Minta Uang Beli Pulsa

Komentar
Berita Terbaru