Martunis Doakan Cristiano Ronaldo Sukses Lagi Bersama MU
digtara.com – Martunis, anak angkat Cristiano Ronaldo di Aceh mengaku kaget ketika ayahnya kembali ke Manchester United (MU). Begitu pun ia senang dan mendoakan pemain Portugal itu sukses di periode keduanya bersama Setan Merah.
Baca Juga:
“Saya merasa senang dan kaget,” kata Martunis kepada detikcom, Sabtu (28/8/2021).
Martunis berharap Ronaldo bisa semakin sukses di Manchester United. Dia berharap ayah angkatnya itu dapat membuat rekor baru.
Baca:Â Menegangkan! Plot Twist Drama Comeback Cristiano Ronaldo ke MU
“Harapan mungkin bisa menambah rekor barunya di MU dan bisa yang terbaik dari sebelumnya,” jelas Martunis.
Ayah satu anak ini mengaku bakal mendukung Ronaldo di manapun dia bermain. “Kalau klub ke manapun Ronaldo pergi saya dukung,” ujar Martunis.
Baca: Ronaldo Pernah Pegang Alqur’an Hingga Hafal Al Fatihah
Martunis sendiri dikenal publik bencana tsunami Aceh 2004. Saat itu, Martunis bertahan hidup sendiri di antara puing-puing tsunami dan mayat selama 21 hari.
Martunis yang masih berusia 7 tahun saat itu ditemukan dengan mengenakan jersey Timnas Portugal. Hal itu yang kemudian membuatnya menjadi anak angkat Cristiano Ronaldo.
Ronaldo sempat mendatangi Aceh untuk menemui Martunis. Setelah itu, keduanya sempat bertemu lagi di Bali pada 2013 saat Ronaldo dinobatkan sebagai Duta Mangrove Indonesia.
Sebelumnya, Ronaldo secara resmi kembali ke Manchester United. Ronaldo pulang kampung ke Old Trafford setelah ada kesepakatan antara MU dengan dengan Juventus.
Kisah Martunis
Martunis Sarbini (lahir di Banda Aceh, 2 Mei 1997; umur 24 tahun) adalah salah satu anak Aceh korban tsunami Desember 2004 yang dikenal karena mendapat simpati dari bintang-bintang sepak bola Portugal. Tinggal di Desa Tibang, Kecamatan Syiah Kuala, Banda Aceh.
Pada tahun 2008, ia bersekolah di kelas 1 SMPN 8 Banda Aceh. Terakhir ia bermain di Portugal setelah direkrut klub asal Portugal, Sporting Lisbon untuk masuk tim akademi U-19.

Minggu pagi, 26 Desember 2004, Martunis berencana bermain sepak bola bersama teman-temannya di lapangan sepak bola kampung. Ia bahkan sudah memakai kostum nasional Portugal bajakan yang ia beli di kota Banda Aceh. Tiba-tiba datang gelombang tsunami. Martunis yang saat itu baru duduk di kelas III Sekolah Dasar bersama ibunya, Salwa, kakak laki-laki, Nurul A’la (12 tahun), dan adiknya, Annisa (2 tahun), berupaya menyelamatkan diri dengan menumpang pick up tetangganya. Pada saat itu, bapaknya sedang bekerja di tambak
Saat digulung ombak tsunami, pick up pun tenggelam. Martunis, ibu, dan dua saudaranya tenggelam bersama mobil yang ditumpangi. Lalu, entah bagaimana ceritanya, ia terbawa gelombang dan muncul ke permukaan air.
Sebelum terpisah dengan kakak, adik serta ibunya, Martunis sempat menarik lengan adiknya yang minta tolong, namun tangan mungilnya kalah oleh arus tsunami. Ibu, kakak dan adiknya pun hilang terseret arus tsunami, sehingga berpisah selamanya.
Martunis selamat setelah meraih sepotong kayu, lalu terapung-apung. Kemudian ia berpindah ke kasur yang melintas di dekatnya, tapi nahas, kasur itupun tenggelam. Lalu ia memanjat sebatang pohon untuk bertahan hidup.
Ia selamat setelah terseret arus tsunami yang kembali lagi ke laut dan terdampar di kawasan rawa-rawa dekat makam Teungku Syiah Kuala. Setelah 21 hari bertahan, penduduk menemukan Martunis pada 15 Januari 2005.
Warga menyerahkan dia kepada awak televisi Inggris yang kebetulan meliput di wilayah itu. Dalam sekejap gambar Martunis yang masih mengenakan kaus timnas Portugal, beredar di stasiun televisi Eropa.
Bocah kurus berkulit hitam itupun menarik simpati bintang top sepak bola Portugal seperti Luis Figo, Nuno Gomes, Cristiano Ronaldo, pelatih Luiz Felipe Scolari, serta Gilberto Madail, ketua Federasi Sepak Bola Portugal. Akhirnya Federasi Sepak Bola Portugal mengundang secara resmi Martunis ke negaranya.
Pada Juni 2005, didampingi ayahnya, Sarbini, dan Teuku Taharuddin, dokter yang mendampinginya, ia berkunjung ke negara Portugal dan mendapatkan hibah uang 40 ribu Euro atau lebih dari 500 juta rupiah.
Selain diundang ke Portugal, tahun 2006 lalu penyanyi Madonna juga mengundang Martunis dan Sarbini ke London, tempat tinggal Madonna bersama keluarganya. Mereka berdua diajak berkeliling tempat rekreasi terkenal serta kota-kota di Inggris. (*/wikipedia)
Tabrak Dump Truk, Mahasiswa Undana Kupang Meninggal di Tempat
Daftar Harga Emas Pegadaian Rabu 20 September 2023, Antam dan UBS
Kasat Lantas Polres Sikka Dilaporkan ke Propam, Ini Kasusnya
Mengenaskan! Jadi Korban Tabrak Lari, Mahasiswi di Kupang Meninggal Dunia
Dua Pelaku Pencurian dengan Kekerasan Diamankan Polres Sumba Timur