Sabtu, 14 Maret 2026

Suka Duka Petugas di Pos Penyekatan PPKM Darurat Kota Medan

- Minggu, 18 Juli 2021 08:00 WIB
Suka Duka Petugas di Pos Penyekatan PPKM Darurat Kota Medan

digtara.com – Petugas yang berjaga di pos penyekatan mulai dari unsur TNI-Polri sudah sangat berhati-hati agar tidak sampai berselisih dengan warga di masa PPKM Darurat sejak 12 Juli hingga 20 Juli mendatang. Namun, kesan negatif dari masyarakat masih kerap terjadi, sehingga memicu sikap tidak kooperatif.

Baca Juga:

Hal itu diakui Iptu Nanang Kusumo, petugas dari Ditlantas Polda Sumut. Ia mengatakan, kehadiran para anggota yang berjaga di pos penyekatan kadang dianggap sebagai bentuk dari penindakan. Padahal, personel yang berjaga hanya memberikan pemahaman serta memberikan masker kepada pengendara yang tidak memakai masker.

“Kadang-kadang ada masyarakat yang tidak kooperatif. Ketika dia tidak menggunakan masker, kita coba untuk berhentikan, dia merasa akan dilakukan penindakan. Padahal kita hanya ingin memberikan sosialisasi dan memberikan masker kepadanya,” ujarnya kepada digtara di tenda pos penyekatan Kampung Lalang, Minggu (18/7/2021).

Bahkan, kata Nanang, tidak sedikit pengendara yang mencoba kabur dan hampir menabrak petugas yang berjaga di pos penyekatan.

“Tadi ada kita temukan pengendara yang mau kabur dan hampir menabrak para petugas dan itu sangat kita sayangkan,” tambah sosok yang viral karena pantunnya saat menghentikan warga tidak memakai masker, pekan lalu.

Selama menjaga di perbatasan Kota Medan ini, Nanang menyebut tidak sedikit petugas yang mengalami kelelahan hingga menyebabkan sakit.

Bekerja Ekstra

Namun, demi menjalankan tugas dan memutus rantai penyebaran Covid-19, petugas harus siap dalam situasi dan kondisi apapun.

“Ada sebagian petugas yang sakit, namun alhamdulillah sejauh ini belum ada yang terpapar, mungkin hanya kelelahan dan capek saja. Dikarenakan kami harus bekerja ekstra setiap hari di tengah terik panas matahari,” ungkapnya.

Menurutnya, pekerjaan menjadi seorang petugas kepolisian sudah menjadi konsekuensi di setiap kondisi apapun. Apalagi, dalam 2 hari kedepan, masyarakat umat Muslim akan merayakan Hari Raya Idul Adha.

“Sudah menjadi konsekuensi kita, harus mengutamakan kepada bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi dan keluarga,” tegasnya.

Meskipun demikian, ia tidak menepis bahwa saat ini petugas kepolisian maupun unsur lainnya rentan terpapar Covid-19, karena saat ini petugas menjadi garda terdepan dalam memutus rantai Covid-19.

“Kami petugas harus menjadi garda terdepan dengan beresiko tertular Covid-19 dan juga kita harus meninggalkan keluarga kita. Tapi demi memutusnya rantai penyebaran Covid-19, kami petugas siap melakukan apapun untuk bangsa dan negara,” terangnya.

Ia berpesan kepada masyarakat untuk saling bekerjasama dalam memutus rantai penyebaran Covid-19 dengan tidak keluar rumah selama masa PPKM Darurat.

“Marilah sama – sama kita bekerja dan bantu kami untuk menekan dan menyebar Virus Covid-19, tidak perlu keluar rumah, biar kami saja yang menjaga keselamatan masyarakat Indonesia,” harapnya.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Tabrak Dump Truk, Mahasiswa Undana Kupang Meninggal di Tempat

Tabrak Dump Truk, Mahasiswa Undana Kupang Meninggal di Tempat

Daftar Harga Emas Pegadaian Rabu 20 September 2023, Antam dan UBS

Daftar Harga Emas Pegadaian Rabu 20 September 2023, Antam dan UBS

Kasat Lantas Polres Sikka Dilaporkan ke Propam, Ini Kasusnya

Kasat Lantas Polres Sikka Dilaporkan ke Propam, Ini Kasusnya

Mengenaskan! Jadi Korban Tabrak Lari, Mahasiswi di Kupang Meninggal Dunia

Mengenaskan! Jadi Korban Tabrak Lari, Mahasiswi di Kupang Meninggal Dunia

Dua Pelaku Pencurian dengan Kekerasan Diamankan Polres Sumba Timur

Dua Pelaku Pencurian dengan Kekerasan Diamankan Polres Sumba Timur

Kejati NTT Tahan Lima Tersangka Kasus Korupsi Persemaian Modern di Labuan Bajo

Kejati NTT Tahan Lima Tersangka Kasus Korupsi Persemaian Modern di Labuan Bajo

Komentar
Berita Terbaru