Polemik Pergantian Kepala MTs Al Washliyah 1 Kisaran, GPA Asahan: PD AL Washliyah Asahan Arogan!
digtara.com – Pergantian Kepala MTs Al Washliyah 1 Kisaran, meninggalkan secerca polemik di tengah-tengah jajaran pengurus dan warga Washliyah, termasuk di PD Gerakan Pemuda Al Washliyah Kabupaten Asahan.
Baca Juga:
- Aksi Unjuk Rasa BEM UMN Al-Washliyah di Kanwil BRI Medan Diwarnai Keributan dengan Satpam
- Viral di Medsos Usai Tahan Surat Kelulusan Siswa Karna Belum Bayar Uang Pelepasan, Kepsek SMK Al-Washliyah 13 Tebingtinggi Klarifikasi dan Batalkan Acara
- Tak Mampu Bayar SPP dan Uang Perpisahan, Surat Kelulusan Siswa di Tebingtinggi Ditahan Sekolah
Polemik muncul setelah dilakukan pemberhentian secara sepihak oleh PD Al Washliyah Asahan kepada Abdul Razak Damanik, di saat sedang sakit serta dilakukan tanpa prosedur organisasi.
PD GPA Asahan melihat tindakan PD Al Washliyah Kabupaten Asahan sungguh tidak mempunyai rasa prikemanusiaan.
“Pimpinan Daerah Al Washliyah Kabupaten Asahan yang di nahkodai oleh Ayahanda Syahrul Nasution terkesan arogan dan ugal-ugalan dalam mengambil keputusan organisasi,” ujar Zulfirman Sitorus selaku Ketua PD Gerakan Pemuda Al Washliyah Kabuaten Asahan, Jumat (16/7/2021).
Menurutnya, keputusan tersebut harus ditinjau ulang sebab akan berimbas kepada sekolah Al Washliyah yang lain.
“Jika hal ini tidak ditinjau ulang kita khawatir akan berimbas kepada sekolah sekolah Al Washliyah yang lainnya di Kabupaten Asahan” tambah bilau
PD GPA Asahan berharap agar permasalahan ini dapat diselesaikan secara marhamah demi terwujudnya Washliyah yang lebih baik.
Aksi Unjuk Rasa BEM UMN Al-Washliyah di Kanwil BRI Medan Diwarnai Keributan dengan Satpam
Viral di Medsos Usai Tahan Surat Kelulusan Siswa Karna Belum Bayar Uang Pelepasan, Kepsek SMK Al-Washliyah 13 Tebingtinggi Klarifikasi dan Batalkan Acara
Tak Mampu Bayar SPP dan Uang Perpisahan, Surat Kelulusan Siswa di Tebingtinggi Ditahan Sekolah
Deklarasi Dukungan Al Washliyah Untuk Ali Yusuf Siregar Diduga Pakai Proposal Kepada Pemkab Deli Serdang
Dialog Publik, BPKH: Semua Bisa Haji