Kamis, 05 Maret 2026

Kapolda NTT Irjen Pol Lotharia Latif: Jangan Bawa Etnis dalam Kasus Kejahatan

- Minggu, 25 April 2021 03:34 WIB
Kapolda NTT Irjen Pol Lotharia Latif: Jangan Bawa Etnis dalam Kasus Kejahatan

digtara.com – Kepala Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur (Kapolda NTT) Irjen Pol Lotharia Latif mengimbau kepada masyarakat di provinsi ini untuk tidak membawa etnis atau ras dalam tindak kejahatan. Sehingga menimbulkan gangguan kamtibmas dan perpecahan di provinsi berbasis kepulauan itu.

Baca Juga:

“Jadi tindak kejahatan atau pun yang menyangkut dengan gangguan kamtibmas sebaiknya tidak menyebut dari kelompok atau dari suatu daerah tertentu,” katanya, di Kupang, Minggu (25/4/2021).

Pernyataan itu berkaitan dengan munculnya pesan bersambung di sejumlah grup whatsapp soal kasus dugaan pembunuhan di Desa Matani, Kabupaten Kupang beberapa hari lalu.

Pesan yang berisi provokasi itu dinilai akan menimbulkan konflik antaretnis atau daerah, sehingga harus diredam agar tidak meluas pesan bersambung tersebut.

Menurut dia, hal tersebut tidak benar, karena bertentangan dengan Pancasila yang menyatakan berbeda-beda tetapi tetap satu jua.

“Saya kira kalau ada pelakunya, sebut saja nama pelakunya tidak perlu menyebut nama suatu daerah,” kata dia lagi.

Kapolda NTT Irjen Lotharia Latif yakin bahwa pelaku bukan representatif dari suatu daerah tertentu, sehingga bahasa membawa nama suatu daerah dalam suatu kasus kejahatan tidak diperlukan.

Ia juga menambahkan, dirinya sudah menyampakan hal tersebut kepada jajaran polres hingga polsek untuk meredam hal-hal seperti itu, sehingga tidak menimbulkan konflik.

Latif juga mengajak semua masyarakat NTT untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban di provinsi berbasis kepulauan itu, dengan tidak menyebarkan hal-hal yang bersifat provokatif. (antara)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
:
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Rais Syuriah PWNU Jawa Tengah Dukung Penuh Langkah PBNU dalam Merespon Pemberitaan Trans7 yang Dinilai Mencoreng Martabat Pesantren

Rais Syuriah PWNU Jawa Tengah Dukung Penuh Langkah PBNU dalam Merespon Pemberitaan Trans7 yang Dinilai Mencoreng Martabat Pesantren

Ribut Pasca Mabuk Miras, Sejumlah Pemuda di Kupang Diamankan Polisi

Ribut Pasca Mabuk Miras, Sejumlah Pemuda di Kupang Diamankan Polisi

Tersangka Pembuang Bayi di Kupang Dilimpahkan ke Kejaksaan

Tersangka Pembuang Bayi di Kupang Dilimpahkan ke Kejaksaan

Dinkes dan BKD Langkat Bantah Tudingan Pungli: Proses Kenaikan Jabatan Sesuai Regulasi Nasional

Dinkes dan BKD Langkat Bantah Tudingan Pungli: Proses Kenaikan Jabatan Sesuai Regulasi Nasional

Ketua DPRD Sumut Sambut KoJAM Dalam Kolaborasi Pemberitaan

Ketua DPRD Sumut Sambut KoJAM Dalam Kolaborasi Pemberitaan

Mahasiswa di Kupang Ditemukan Tewas Gantung Diri, Sebelum Tewas, Korban Sempat Minta Uang Beli Pulsa

Mahasiswa di Kupang Ditemukan Tewas Gantung Diri, Sebelum Tewas, Korban Sempat Minta Uang Beli Pulsa

Komentar
Berita Terbaru