IHSG dan Rupiah ke Zona Merah
digtara.com -Sempat dibuka menguat, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) langsung berbalik ke zona merah. IHSG sempat naik tipis di level 6.374,76.
Baca Juga:
Namun sempat terkoreksi tipis, dan sejauh ini masih berkutat dilevel penutupan perdagangan akhir pekan lalu. IHSG tidak begitu banyak berubah di menit menit awal perdagangan hari ini.
“Sementara sejumlah bursa di Asia juga relatif tidak banyak berubah kinerjanya dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya,” ujar ekonom Gunawan Benjamin, Senin, (15/3).
Amatan Gunawan, awal pekan ini akan ada data ekspor impor sebagai data pembuka dari tanah air. Data ini memang lebih sulit diproyeksikan dibandingkan dengan data lainnya.
“Tetapi saya berpendapat Indonesia masih akan mengalami surplus. Walaupun tren surplus ini tentunya juga akan lebih mempertimbangkan kinerja neraca perdagangan dari dua sisi, yakni ekspor dan impornya”.
Sementara itu, mata uang Rupiah juga terpantau melemah di perdagangan pagi ini. Rupiah berkutat di kisaran level 14.400 per US Dolar. Tren penguatan US Dolar masih berlanjut meskipun ada gelontoran stimulus fiscal di AS.
Rupiah bisa saja tertekan dalam jika laju kenaikan impor lebih tinggi dari ekspor dalam lampiran data neraca dagang kita pada hari ini.
IHSG Hari Ini Ditutup Menguat ke 7.101, Saham BREN dan AMMN Jadi Penopang Utama
IHSG Berpeluang Rebound Hari Ini 29 April 2026, Uji Level 7.270, Simak Rekomendasi Saham Pilihan Analis
IHSG Hari Ini 28 April 2026 Berpotensi Lanjut Koreksi ke 7.022, Ini Rekomendasi Saham ARCI hingga TINS
IHSG Hari Ini 27 April 2026 Diprediksi Uji Level 7.000, Tertekan Sentimen Global dan Harga Energi
IHSG Hari Ini 24 April 2026 Berpotensi Menguat, Simak Rekomendasi Saham Unggulan dari Analis