Ancaman Gagal Panen Akibat Cuaca Ekstrem, Wakil Ketua DPRD Jateng Sarif Abdillah Minta Perkuat Mitigasi yang Baik dan Kesiapsiagaan Pemerintah Daerah
digtara.com - Persediaan pangan dan pengendalian harga harus menjadi perhatian pemerintah provinsi Jawa Tengah di tengah cuaca ekstrem yang melanda sejumlah daerah belakangan ini.Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah Sarif Abdillah mengatakan, cuaca ekstrem yang terjadi dalam beberapa hari terakhir telah berdampak pada sejumlah daerah.
Baca Juga:
- Sikapi Dampak Datangnya Musim Penghujan, Sarif Kakung Minta Pemprov dan Pemda Kab/kota Perkuat Koordinasi
- HAB ke-80, Sinergi Pemprov Jateng dengan Kemenag Wujudkan Kerukunan Masyarakat
- BKP HPWI Jateng Siap Gerakkan Potensi Wisata Jateng Benar-benar Hidup dan Memberikan Manfaat Nyata untuk Masyarakat
"Apalagi banjir yang melanda di sejumlah daerah tersebut turut menggenangi lahan pertanian dan berpotensi menyebabkan gagal panen," ungkap Sarif, Jumat (23/1/2026).

Baca Juga:
Pria yang akrab disapa Kakung ini menambahkan, cuaca ekstrem akibat perubahan iklim merupakan ancaman yang semakin serius bagi sektor pertanian.
"Cuaca ekstrem dan bencana hidrometeorologi merupakan risiko yang tidak dapat dihindari. Namun, dampaknya dapat diminimalkan melalui mitigasi yang baik dan kesiapsiagaan pemerintah daerah," jelas Kakung.
Apalagi, lanjut Kakung, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menargetkan mewujudkan swasembada pangan pada 2026, termasuk pencapaian target produksi padi sebesar 10,5 juta ton gabah kering giling (GKG).
"Pemerintah harus bisa mengatasi persoalan ancaman gagal panen yang dialami petani di sejumlah daerah. Mereka bukan hanya mengalami pengurangan keuntungan, tapi bahkan ada juga yang merugi karena sawah dan kebunnya terendam banjir," sebut legislator dari daerah pemilihan (dapil) Banyumas dan Cilacap ini.
Kakung pun menyambut baik langkah Gubernur Jawa TengahAhmad Luthfi yang memerintahkan kepala daerah untuk segera mengajukan asuransi gagal panen guna meminimalkan dampak bencana terhadap produksi pangan.
Baca Juga:
"Kita harus memikirkan nasib para petani yang akan kehilangan penghasilan karena produksi taninya hancur akibat banjir, sekaligus bagaimana harga kebutuhan pangan ini juga terkendali," tegasnya.
Kakung menegaskan, sektor pertanian memiliki peran strategis dalam perekonomian daerah maupun nasional. Kontribusinya terhadap produk domestik bruto (PDB) tingkat nasional mencapai 14,35%, dengan daya serap tenaga kerja sekitar 40 juta orang.
"Besarnya kontribusi tersebut menunjukkan bahwa pertanian bukan hanya penopang ketahanan pangan, tetapi juga menjadi fondasi kesejahteraan masyarakat," tandasnya. (San).
Sikapi Dampak Datangnya Musim Penghujan, Sarif Kakung Minta Pemprov dan Pemda Kab/kota Perkuat Koordinasi
HAB ke-80, Sinergi Pemprov Jateng dengan Kemenag Wujudkan Kerukunan Masyarakat
BKP HPWI Jateng Siap Gerakkan Potensi Wisata Jateng Benar-benar Hidup dan Memberikan Manfaat Nyata untuk Masyarakat
BAZNAS RI Launching Tiga Program untuk Entaskan Kemiskinan
Hadapi Dampak Perubahan Iklim, Sarif Kakung Tekankan Pentingnya Peningkatan Pengetahuan Dasar Kebencanaan Masyarakat
Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah Sarif Abdillah Ajak Komunitas Jaga Cagar Budaya
Pemuda di Sikka Tewas Tersengat Listrik Saat Isi Token
Dua Rumah Warga Tertimpa Pohon Tumbang Saat Hujan di Kabupaten Sikka
Kode Redeem FF Terbaru 23 Januari 2026, Klaim Bundle Asphalt, Groza Yuji, dan Sukuna
Rumah Warga Sikka Rusak Diterjang Angin Puting Beliung
Rumah Ambruk Diterpa Angin Kencang, Lansia di Manggarai Barat Terluka
Tidak Disiplin, Lima Anggota Polresta Kupang Kota Diberi Sanksi Dinas
Semua Korban Meninggal Pesawat ATR 42-500 Telah Ditemukan, Evakuasi Dipermudah Cuaca