IRT di Malaka-NTT Ditemukan Meninggal dalam Kondisi Gantung Diri
Namun pada saat kejadian, Sela tidak berada di rumah karena malam sebelum kejadian cucu tersebut tidur di rumah keluarga di Weoe.
Baca Juga:
Sela sendiri dipelihara oleh Nikodemus dan korban sejak usia 6 bulan. Saat ini cucunya sudah tamat SMP dan mendaftar ke SMA.
Kepada polisi, Nikodemus menjelaskan bahwa pada Sabtu, 7 Juni 2025, kerabat mereka Mama Fouk bersama suaminya datang meminta kepada korban dan Nikodemus untuk membawa Sela tinggal di Weoe dan mendaftar sekolah di SMA Webriamata.
Kasat Reskrim Polrrs Malaka, Iptu Dominggus Duran mengaku kalau anggota Polsek Wewiku sudah ke lokasi kejadian.
"Polsek Wewiku Bersama unit Identifikasi Polres Malaka turun ke TKP untuk melakukan olah TKP dan mengantar korban ke RSUPP Betun untuk dilakukan pemeriksaan visum luar oleh dokter," ujarnya pada Selasa (10/6/2025) malam.
Keluarga menerima kejadian ini sebagai ajal korban dan pihak keluarga tidak mempermasalahkan hal ini.
Pihak keluarga korban hanya meminta untuk dilakukan visum luar dan menolak untuk dilakukan otopsi.
""pihak keluarga menerima kejadian sebagai ajal dan menjemput jenazah untuk diurus secara agama serta adat mereka sendiri," tandas mantan Kasat Reskrim Polres Nagekeo ini.
Hasil pemeriksaan luar oleh dokter dari RSUPP Betun bahwa pada tubuh korban tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan.
"Korban meninggal dunia akibat kekurangan oksigen akibat lilitan tali yang terikat pada leher korban," tandas Kasat.
Lansia di Malaka-NTT Ditemukan Meninggal, Diduga Diterkam Buaya
Pasca Ditangkap di Kupang, Tersangka Penganiaya IRT di Rote Timur Ditahan Polisi
Hilang Saat Mencuci, IRT di Sumba Timur Ditemukan Meninggal Dunia
Ditangkap Resmob Polda NTT di Kupang, Polsek Rote Timur Jemput Mahasiswa Pelaku Penganiayaan IRT
IRT di Sumba Timur Hilang Usai Cuci di Sungai