Polisi Dalami Motif Penganiayaan Warga di Kupang dengan Kapak hingga Tetangga Tewas
Pertengkaran mereka sempat berhenti karena ditegur oleh istri pelaku, Irma Takaen.
Baca Juga:
Pelaku yang merasa tidak puas kemudian kembali ke rumah untuk mencari parang namun pelaku tidak menemukan parang.
Pelaku pun ke rumah orang tuanya, Abraham Haninuna. Di rumah orang tuanya, pelaku menemukan kapak yang tersimpan di sudut rumah dekat tumpukan keramik.
Sambil memegang kapak tersebut, pelaku berjalan menuju ke korban yang masih di depan rumah Yanse.
Terduga pelaku mengayunkan kapak tersebut ke arah korban dan korban menangkis dengan kedua tangannya sehingga salah satu tangan korban terkena kapak.
Korban berlari ke arah rumah Maharani Baharudin dan terduga pelaku mengejarnya dan melakukan penganiayaan lagi dengan mengayunkan kapak ke tangan korban sehingga korban terjatuh dekat mebel milik Joko Purnomo.
"Terhadap terduga pelaku sudah diamankan di Mapolres Kupang guna menjalani pemeriksaan," ujar Kasat.
Korban sempat dilarikan ke rumah sakit umum daerah (RSUD) Naibonat, Kabupaten Kupang untuk mendapatkan perawatan medis. Namun nyawa korban tidak tertolong karena mengalami pendarahan dan luka parah.
Korban mengalami luka parah dan mengeluarkan darah segar. Tangan kiri korban putus. Sementara tangan kanan juga mengalami luka parah. Korban juga mengalami luka di beberapa bagian tubuhnya.
Jenazah korban pun divisum dan di otopsi di RSUD Naibonat Kupang. Selanjutnya jenazah korban diserahkan ke pihak keluarga dan dibawa ke rumah korban di Desa Kuanheum, Kecamatan Amabi Oefeto.
Gereja Yegar Sahaduta Belo Rusak Parah Diterjang Angin, Ibadah Minggu Bakal Digelar Dibawah Tenda
Satu Gereja dan Belasan Rumah Warga di Bello-Kupang Rusak Berat Disapu Angin Kencang
Curhat Dengan Polisi, Warga Liliba Keluhan Judi Sabung Ayam, Miras dan Praktek Kumpul Kebo
Karyawan Rumah Makan Teluk Rasa Ditemukan Tewas Diduga Tersengat Arus Listrik
Tidak Disiplin, Lima Anggota Polresta Kupang Kota Diberi Sanksi Dinas