Cara Chelsea Melumpuhkan Manchester City
digtara.com – Chelsea benar-benar tahu cara bagaimana mengatasi juara Premier League Manchester City. The Blues membiarkan lawannya menguasai bola lebih banyak, namun melakukan pressing ketat di lini tengah guna meminimalisir peluang lawan.
Baca Juga:
Manchester City menunjukkan upaya untuk menguasai permainan. Tengok saja persentase penguasaan bola mereka yang mencapai 58%, seperti dicatat UEFA.
Namun Tuchel tahu cara menghentikan taktik Guardiola. Pola yang sama mereka terapkan saat Chelsea menghadapi City di dua laga sebelumnya. The Blues polesan Tuchel seperti diketahui selalu menang atas Man City, 1-0 di Piala FA dan 2-1 di Premier League.
Dan pada Minggu dinihari di Estadio do Dragao, Porto, Chelsea kembali mengalahkan City dengan skpor 1-0 dan menjadi juara Liga Champions 2020/2021. Gol tunggal dicetak Kai Havertz di menit ke-42.
Pada laga itu Man City hanya punya satu peluang on target kendati banyak menguasai bola. Chelsea punya sedikit peluang saja untuk dimanfaatkan, dengan Havertz menuntaskan satu dari dua tembakan on target timnya.
Selepas unggul, Chelsea sadar mesti lebih merapatkan barisan dan menjaga fokus. Aliran dan perpindahan bola yang cepat dari Manchester City niscaya sangat berbahaya jika gagal diikuti alurnya.
“Kami berjuang sangat keras hari ini. Kami sejak awal tahun ini akan jadi laga berat. Di babak kedua, kami berjuang mati-matian untuk mendapatkan momen ini, untuk mengalami perasaan ini,” ungkap bek Chelsea Ben Chilwell dilansir BBC.
Chelsea memeragakan apa yang diakui Manajer Man City Pep Guardiola sebagai ‘sebab The Blues begitu menyulitkan’. Tuchel menginstruksikan para pemainnya untuk bermain rapat di tengah, memaksa Man City bermain melebar dan menetralkannya di sana.
Chilwell mengonfirmasi strategi itu. Tapi persoalannya, membendung Man City selama 90 menit lebih sangatlah melelahkan. Hanya bayangan mengangkat trofi Liga Champions yang bisa membuat para pemain menepikan letih.
Sebagai catatan, Chelsea melahap total 111,6 km, yang mana 1 km lebih banyak dari total jelajah pemain-pemain Manchester City (110,5 km).
“Kuncinya adalah bermain rapat dan agresif. Saya sebenarnya kelelahan seiring laga berjalan, tapi ketika Liga Champions dalam jangkauan, Anda tak betul-betul merasakan lelahnya,” sambungnya.
“Semua orang bertahan mati-matian. Kami sudah memenangi Liga Champions, jadi saya tidak akan peduli bagaimana permainan kami,” tandas bek internasional Inggris ini. (dtc)
Rais Syuriah PWNU Jawa Tengah Dukung Penuh Langkah PBNU dalam Merespon Pemberitaan Trans7 yang Dinilai Mencoreng Martabat Pesantren
Ribut Pasca Mabuk Miras, Sejumlah Pemuda di Kupang Diamankan Polisi
Tersangka Pembuang Bayi di Kupang Dilimpahkan ke Kejaksaan
Dinkes dan BKD Langkat Bantah Tudingan Pungli: Proses Kenaikan Jabatan Sesuai Regulasi Nasional
Ketua DPRD Sumut Sambut KoJAM Dalam Kolaborasi Pemberitaan