Rabu, 04 Maret 2026

PMKRI Cabang Medan Mengecam Brutalitas Aparat: Demokrasi Digilas dengan Ban Kekuasaan

Redaksi - Jumat, 29 Agustus 2025 09:25 WIB
PMKRI Cabang Medan Mengecam Brutalitas Aparat: Demokrasi Digilas dengan Ban Kekuasaan
ist
PMKRI Cabang Medan Mengecam Brutalitas Aparat: Demokrasi Digilas dengan Ban Kekuasaan
digtara.com -Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Medan mengecam keras tindakan brutal aparat kepolisian, khususnya satuan Brimob, yang diduga dengan sengaja menabrakkan mobil taktis ke arah massa aksi hingga menewaskan demonstran. Peristiwa ini bukan hanya melanggar hak konstitusional rakyat untuk menyampaikan pendapat di muka umum, tetapi juga memperlihatkan wajah aparat yang semakin jauh dari fungsinya sebagai pengayom masyarakat.

Baca Juga:

Ketua Presidium PMKRI Cabang Medan, Leonardus Simamora, menegaskan bahwa peristiwa ini adalah bukti nyata demokrasi sedang digilas dengan ban kekuasaan.

"Mobil Brimob yang seharusnya menjaga keamanan justru berubah menjadi alat pembunuh yang merenggut nyawa. Kami menilai tindakan ini sebagai kejahatan kemanusiaan sekaligus pengkhianatan terhadap nilai-nilai demokrasi," tegas Leonardus.

Tuntutan PMKRI Cabang Medan

PMKRI Cabang Medan menuntut dengan tegas:

1. Mencopot Kapolri sebagai bentuk pertanggungjawaban atas brutalitas aparat di lapangan.

2. Menangkap, menyeret, dan mengadili oknum Brimob yang terlibat dalam penabrakan massa aksi.

3. Melakukan investigasi independen untuk mengungkap rantai komando di balik tindakan brutal ini.

4. Menghentikan segala bentuk pendekatan represif dan kriminalisasi terhadap gerakan rakyat.

Rakyat Tidak Bisa Dibungkam

PMKRI menegaskan bahwa suara rakyat tidak akan pernah bisa dibungkam dengan kekerasan. Setiap langkah represif justru akan melahirkan perlawanan yang lebih besar.

"Semakin kalian menindas, semakin rakyat bersatu melawan. Kami konsisten berdiri di garis depan bersama rakyat untuk menolak segala bentuk kekerasan aparat. Demokrasi tidak boleh digilas oleh ban mobil Brimob," tegas Leonardus.

Dengan demikian, PMKRI Cabang Medan menekankan bahwa negara harus segera mengembalikan marwah kepolisian sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat — bukan menjadi mesin kekerasan yang mengancam demokrasi.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Warga Demo Soal Perilaku Pengunjung TN Mutis, BBKSDA NTT Beri Sejumlah Penjelasan

Warga Demo Soal Perilaku Pengunjung TN Mutis, BBKSDA NTT Beri Sejumlah Penjelasan

Rinto Subekti: Empat Pilar Kebangsaan Sebagai Fondasi Utama Menuju Indonesia Emas 2045

Rinto Subekti: Empat Pilar Kebangsaan Sebagai Fondasi Utama Menuju Indonesia Emas 2045

Rinto Subekti Ajak Masyarakat Teruskan Estafet Perjuangan Pahlawan dengan Jaga Persatuan

Rinto Subekti Ajak Masyarakat Teruskan Estafet Perjuangan Pahlawan dengan Jaga Persatuan

Puluhan Warga Datangi DPRD Kabupaten Kupang Pertanyakan Proses Bagi Anggota Dewan Terlibat Kekerasan Seksual

Puluhan Warga Datangi DPRD Kabupaten Kupang Pertanyakan Proses Bagi Anggota Dewan Terlibat Kekerasan Seksual

Diguyur Hujan dan Arus Deras, Brimob Polda NTT Bangun Jembatan Darurat Bagi Anak Sekolah di Sumba Barat Daya

Diguyur Hujan dan Arus Deras, Brimob Polda NTT Bangun Jembatan Darurat Bagi Anak Sekolah di Sumba Barat Daya

Jembatan Tuatuka-Kupang Dibangun Warga Bersama Anggota Brimob Polda NTT

Jembatan Tuatuka-Kupang Dibangun Warga Bersama Anggota Brimob Polda NTT

Komentar
Berita Terbaru