Sebabkan Kerumunan, GMNI Minta Kapolri Beri Sanksi Tegas Kepada Kapoldasu

Kamis, 05 Agustus 2021 16:00

digtara.com – Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), menyayangkan kegiatan Gebyar Presisi yang dilaksanakan Polda Sumut di Gedung Serbaguna Jalan Willem Iskandar Medan, Selasa kemarin. Acara itu telah menciptakan kerumunan masyarakat dan dapat menyebabkan klaster baru penyebaran Covid-19.

“GMNI meminta kepada bapak Presiden dan Kapolri untuk mengevaluasi kegiatan Vaksinasi Presisi dan memberikan sanksi tegas kepada Kapolda Sumatera Utara,” kata Ketua DPC GMNI Medan, Ridwan Saragih, dalam konferensi pers di Sekretariat DPC GMNI Medan, Kamis (5/8/2021).

Baca: Terkait Kerumunan saat Vaksinasi Massal di Medan, Begini Tanggapan Polda Sumut

Hadir dalam konferensi pers, Bung Paulus (DPD GMNI Sumut), Bung Cristianus Dachi (Ketua Komite Perjuangan GMNI Medan), Mahasiswa Kota Medan dan kader GMNI Medan.

Disebutkan Ridwan Saragih, dalam upaya merespon keberadaan dan penyebarluasan Covid-19 beserta dengan korban yang ada di tengah masyarakat, pemerintah Indonesia di bawah kendali Presiden Joko Widodo, telah menetapkan bahwa Covid-19 adalah pandemi.

Atas situasi serta kondisi yang objektif tersebut, disusun dan ditetapkanlah berbagai kebijakan yang harus dilaksanakan dalam rangka upaya memutus mata rantai penyebaran virus di tengah masyarakat dengan berbagai program.

Namun, Ridwan Saragih menilai, sikap pemerintah pusat sampai daerah yang terus berupaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19 dengan berbagai kebijakannya menuai pro dan kontra di kalangan masyarakat.

Laman: 1 2

Berita Terkait