Karena Utang Suami, Seorang Perempuan dan Bayinya di Langkat Disekap Preman

Sabtu, 11 Januari 2020 16:01
Penyekapan (ilustrasi/net)

digtara.com | LANGKAT – Seorang ibu rumah tanga dan bayinya yang baru berusia dua bulan, disekap selama 14 jam di salah satu rumah di Dusun Pante Sampah, Desa Tanung Lenggang, Bahorok, Langkat, Sumatera Utara. Pelakunya diduga kelompok preman terorganisir pimpinan seseorang berinisial A.

Informasi yang dihimpun, aksi penyekapan dilatarbelakangi persoalan utang-piutang. Suami serta ayah dari kedua korban yang disekap, memiliki utang kepada pimpinan kelompok yang melakukan penyekapan. Penyekapan itu ditujukan agar sang suami membayar utang tersebut.

Aksi penyekapan itu sendiri berubah menjadi persekusi oleh warga yang mengetahui adanya penyekapan itu. Mereka memaksa pelaku penyekapan untuk melepaskan korban.

“Setelah 14 jam, akhirnya tadi malam sekitar jam 2 pagi anak dan cucu saya dikembalikan,”sebut orangtua korban Jumingan, Sabtu (11/1/2020).

 

Karena Utang Suami, Seorang Perempuan dan Bayinya di Langkat Disekap Preman
Korban penyekapan berhasil diselamatkan (antara)

 

Setelah kedua korban di lepas, warga yang sempat menggeruduk rumah tempat penyepakan itu lantas mengamuk. Aksi amuk massa ini terjadi lantaran selama ini warga sudah jengah dengan aktifitas premanisme yang dijalani pelaku penyekapan tersebut.

Dalam amuk massa itu, warga membakar tempat penyekapan tersebut. Satu unit mobil dan sepeda motor juga menjadi objek kemarahan warga.

Warga juga sempat melakukan penganiayaan terhadap pelaku penyekapan hingga tak sadarkan diri.

Karena Utang Suami, Seorang Perempuan dan Bayinya di Langkat Disekap Preman
Warga menyerang lokasi penyekapan yang diduga dilakukan oknum preman di Bahorok, Langkat (istimewa)

“Setelah anak dan cucu saya dilepaskan, warga kabarnya mengamuk. Tapi saya enggak tahu. Baru pagi tadi ada yang menyampaikan ke saya,”tukas Jumingan.

Sementara Kasat Reskrim Polres Langkat AKP Teuku Fathir Mustafa mengaku sudah mendengar informasi tersebut. Ia mengatakan, saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan perihal peristiwa tersebut.

[AS]

Berita Terkait