Jerit Pilu Sang Ibu, Kehilangan Dua Putrinya Saat Kecelakaan Maut Intra vs Avanza

  • Whatsapp
jerit pilu
Nisan bertuliskan dua remaja putri yang meninggal akibat kecelakaan (atas). Sang ibu disamping dua jenazah putrinya (alvi/digtara)

digtara.com – Isak tangis dan duka mendalam dirasakan anggota keluarga 9 korban kecelakaan maut. Para korban yang rumahnya berdekatan, tiba di rumah duka pada Senin (22/2/2021) pukul 06.00 WIB. Selain itu, ada kakak beradik yang jadi korban yang disambut jerit pilu ibunya.

Salah seorang keluarga korban, Sulistyo mengatakan keseluruhan korban berangkat ke acara pernikahan temannya.

“Jadi mereka (para korban) merupakan anggota remaja mesjid. Mereka mau menghadiri acara pernikahan dan pengajian,” ucapnya kepada digtara.com di rumah duka.

Muat Lebih

Rumah para korban masih berada dalam satu lingkungan. “Satu lingkungan semuanya ini. Namanya anggota remaja mesjid semua kan,” katanya.

Pantauan Digtara.com, di lokasi rumah duka dipenuhi oleh masyarakat yang ingin melakukan takziah. Tampak seorang ibu menangisi dua putrinya yang meninggal dalam peristiwa tersebut. Ya, dari 9 korban ternyata ada dua orang yang merupakan kakak beradik.

Sang adik bernama Nadila Anggreyani Nasution (17 Tahun) dan Rafika Angreyani Nasution (18). Sementara Fiqih Anugrah (18) merupakan sepupu mereka.

Kecelakaan tersebut tepatnya terjadi di Jalan Lintas Medan-Pematangsiantar Km 89-90, tepatnya PTPN IV Kebun Pabatu, Dusun V, Desa Naga Kesiangan, Kecamatan Tebingtinggi, Kabupaten Serdangbedagai, Minggu (21/2/2021) pukul 21.30 malam.

Awalnya Mobil Avanza BK 1697 QV datang dari Kota Pematangsiantar menuju ke Kota Medan. Sementara itu bus CV Intra BK 7091 TL datang dari arah berlawanan. Setibanya di lokasi kejadian, mobil Avanza mencoba mendahului kendaraan di depannya. Sementara bus Intra dari Siantar melaju kencang sehingga tabrakan tak terelakkan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan