Aksi Massa di Depan Polda NTT Anarkis, Pintu Gerbang Roboh Dijebol Massa
digtara.com -Puluhan warga yang menuntut keadilan atas kematian Lucky Renaldy Kistian Sanu dan Delfi Yuliana Susana Foes menggelar aksi di depan Mapolda NTT, Rabu (10/12/2025) siang.
Baca Juga:
- Dari Sumsel, Maluku, NTT Dan Maluku Utara, Brigjen Pol Murry Mirranda 'Jenderal Pegiat Sosial' Kini Menyandang Bintang Satu di Bangka Belitung
- Penyandang Disabilitas di Manggarai Timur Dapat Bantuan dari Kapolda NTT
- Kerja Tak Kenal Lelah, Kapolda NTT Apresiasi Tim SAR Gabungan Dalam Pencarian Korban Kapal Tenggelam
Di depan Mapolda NTT, perwakilan massa melakukan orasi yang berisi seruan dan tuntutan agar kematian Lucky dan Delfi diusut tuntas.
"Tidak cukup menjadikan dua orang menjadi tersangka. Ada pelaku utama yang harus dijadikan tersangka. Tersangka utama ini saat ini masih bebas berkeliaran dan bahkan ada di Jakarta. Harus tangkap dia," teriak salah satu perwakilan massa.
Baca Juga:Saat aksi berlangsung, pintu gerbang Polda NTT setinggi dua meter lebih nampak tertutup. Pengamanan di depan Mapolda NTT dipimpin Kabag Ops Polresta Kupang Kota, AKP Messakh Hetharia dan Kasat Sabhara, AKP Stef Bessie serta Kapolsek Kota Raja, AKP Lefrid Mada.
Pengamanan juga dilakukan Polsek Kota Raja dan diback up anggota Polda NTT. Polisi membiarkan massa menyampaikan berbagai orasi mereka.
"Kami datang minta keadilan. Kami minta penyidik yang menangani ini tangkap tersangka utama. Tidak cukup dengan dua tersangka saja yang saat ini sudah ditahan," ujar kerabat Lucky.

Perwakilan dari GMKI Kupang menegaskan kalau kedatangan mereka bersama keluarga korban adalah yang keempat kalinya. Mereka menyebutkan akan terus melakukan aksi sampai tuntutan mereka dipenuhi Polda NTT.
Massa juga menuntut untuk bertemu dengan Kapolda NTT, Irjen Pol Rudi Darmoko. Pertemuan dengan Kapolda NTT tidak bisa dilakukan karena Kapolda NTT sedang melakukan kegiatan lain di Polresta Kupang Kota.
Baca Juga:Pihak Polda NTT diwakili Direktur Intelkam Polda NTT berusaha menenangkan massa dan menawarkan agar perwakilan massa bertemu Wakapolda NTT, namun tawaran tersebut ditolak.
Suasana mulai memanas karena mereka tidak bertemu Kapolda NTT. Sejumlah perempuan peserta aksi maju kedepan mendorong pagar besi dibantu kaum pria peserta aksi.
Sempat terjadi aksi saling dorong dengan aparat kepolisian. Massa kemudian membakar ban bekas dan material lainnya tepat di pintu masuk Mapolda NTT sehingga menimbulkan asap hitam tebal.
Namun massa yang sudah emosi kembali mendorong pagar pintu gerbang secara kasar dan kuat. Pagar pun roboh dan rusak. Polisi berusaha mundur guna menghindari kontak fisik dengan massa karena barisan terdepan diisi massa perempuan.
Jebolnya pagar pintu gerbang membuat massa makin semangat. Para perempuan peserta aksi mulai naik ke pagar besi yang sudah roboh. Sebagian naik ke tembok sambil membentangkan poster dan spanduk.
Baca Juga:Perwakilan massa tetap melakukan orasi. Massa tetap memaksa masuk dan membakar ban bekas. Para perempuan peserta aksi malah melontarkan kata-kata tidak pantas kepada polisi dan mereka aksi mereka. "Kalian tidak pantas jadi polisi," teriak seorang perempuan peserta aksi.
Kabag Ops Polresta Kupang Kota berusaha menenangkan dan melakukan negosiasi, namun tawaran tersebut ditampik mentah-mentah. Mereka menuntut seluruh peserta aksi diijinkan masuk dan harus bertemu Kapolda NTT.
Dari Sumsel, Maluku, NTT Dan Maluku Utara, Brigjen Pol Murry Mirranda 'Jenderal Pegiat Sosial' Kini Menyandang Bintang Satu di Bangka Belitung
Penyandang Disabilitas di Manggarai Timur Dapat Bantuan dari Kapolda NTT
Kerja Tak Kenal Lelah, Kapolda NTT Apresiasi Tim SAR Gabungan Dalam Pencarian Korban Kapal Tenggelam
Kapolda NTT Berharap Tahun 2026 Bersih Dari Pelanggaran Anggota Polri
10 Warga Di NTT Meninggal Selama Pelaksanaan Operasi Lilin Turangga 2025