Kamis, 26 Februari 2026

Berenang di Laut saat Cuaca Buruk, Pelajar SMA di Kupang Tewas Diterjang Gelombang

Imanuel Lodja - Rabu, 12 Februari 2025 21:18 WIB
Berenang di Laut saat Cuaca Buruk, Pelajar SMA di Kupang Tewas Diterjang Gelombang
istimewa
Berenang di Laut saat Cuaca Buruk, Pelajar SMA di Kupang Tewas Diterjang Gelombang

digtara.com - Marfen Delakrus Tauk (18), pelajar SMA di Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang, NTT meninggal saat berenang di pelabuhan dekat dermaga feri Bolok, Selasa (11/2/2025) petang.

Baca Juga:

korban yang juga warga RT 001/RW 001, Desa Bolok, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang, NTT sempat dilarikan ke rumah sakit Ben Mboi Kupang namun tidak tertolong.

Kapolres Kupang, AKBP Anak Agung Gde Anom Wirata melalui Kapolsek Kupang Barat, Iptu Syamsudin Noor yang dikonfirmasi pada Rabu (12/2/2025) membenarkan peristiwa tersebut.

" Kejadiannya kemarin petang sekitar pukul 14.30 Wita. Diduga korban kelelahan saat berenang ditambah gelombang laut yang cukup tinggi," ujar Kapolsek.

Kejadian tersebut bermula sekitar pukul 14.30 Wita ketika korban bersama dua rekannya, Efran Yakob Lekmau (19) dan Heppy Proditus Djabi (30), berangkat ke pelabuhan feri Bolok untuk memindahkan perahu.

Di lokasi, Efran dan Heppy lebih dulu melompat ke laut untuk berenang, sementara korban sempat ragu karena kondisi air yang bergelombang dan angin cukup kencang.

Setelah beberapa menit kemudian, korban akhirnya ikut berenang bersama kedua sahabatnya.

Sekitar 15 menit kemudian, korban mengeluh kelelahan. Kedua rekannya berusaha membantunya dengan memegang tangannya dan mencari bantuan dengan memanggil Harun Hermanus Obisuru (49), seorang nelayan yang saat itu berada di atas perahu di dekat dermaga, untuk menolong korban.

Namun, sebelum perahu sempat mencapai korban, ombak besar menghantam mereka, menyebabkan korban tenggelam.

Dua rekan korban dan warga sekitar langsung mencari korban. Sekitar 5 menit pencarian terhadap korban di sekitar lokasi korban berenang tiba-tiba anak-anak yang sementara memancing di atas dermaga melihat korban sementara terapung sekitar 10 meter dari dermaga dengan posisi rambut diatas permukaan air laut, posisi korban seperti sementara berdiri dalam air, kepala dan seluruh badan tenggelam dari posisi para saksi yang melakukan pencarian

"Beberapa menit kemudian, korban ditemukan dalam kondisi terapung sekitar 10 meter dari dermaga, namun sudah tidak sadarkan diri," ujar Kapolsek.

Upaya pertolongan pertama dilakukan oleh Imelda Putri Obisuru (26), dengan cara memompa dada korban hingga mengeluarkan busa dari hidungnya, namun korban tetap tidak merespons.

Pihak keluarga segera membawa korban ke RSUP dr. Ben Mboi Kupang menggunakan mobil taksi pelabuhan.

"Sesampainya di IGD, tim medis langsung memberikan pertolongan. Namun, sekitar pukul 16.15 WITA, korban dinyatakan meninggal dunia," tambah Kapolsek.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Arie
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Puluhan Warga Datangi DPRD Kabupaten Kupang Pertanyakan Proses Bagi Anggota Dewan Terlibat Kekerasan Seksual

Puluhan Warga Datangi DPRD Kabupaten Kupang Pertanyakan Proses Bagi Anggota Dewan Terlibat Kekerasan Seksual

Dinkes Kabupaten Kupang Cek Dugaan Menu MBG Berulat

Dinkes Kabupaten Kupang Cek Dugaan Menu MBG Berulat

Jembatan Tuatuka-Kupang Dibangun Warga Bersama Anggota Brimob Polda NTT

Jembatan Tuatuka-Kupang Dibangun Warga Bersama Anggota Brimob Polda NTT

Tabrakan Dalam Kampus Undana, Satu Mahasiswa Meninggal Dunia

Tabrakan Dalam Kampus Undana, Satu Mahasiswa Meninggal Dunia

Pelaku Penganiayaan IRT di Rote Ndao Ditangkap di Kupang

Pelaku Penganiayaan IRT di Rote Ndao Ditangkap di Kupang

Tiga Mahasiswa di Kupang Diamankan Polisi Pasca Aniaya Rekannya

Tiga Mahasiswa di Kupang Diamankan Polisi Pasca Aniaya Rekannya

Komentar
Berita Terbaru